Home

Abang dan None Jakarta 2026 Terpilih, Siap Bawa Budaya Jakarta ke Panggung Dunia

Oleh Amril Amarullah 20 Sep 2026 08:53 WIB Kategori: Aheadline

JAKARTA (Mtimes) – Malam final Pemilihan Abang dan None Jakarta 2026 berlangsung meriah di Ciputra Artpreneur Theater, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026).

Ajang tahunan yang menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi Jakarta tersebut tidak hanya menjadi panggung bagi para finalis untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas. Lebih dari itu, Abang dan None Jakarta diharapkan menjadi representasi generasi muda dalam memperkenalkan budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga karakter masyarakat Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno yang membuka malam final mengatakan, peran Abang dan None semakin penting seiring Jakarta bersiap memasuki usia 500 tahun pada 2027.

Menurut Rano, transformasi Jakarta menuju kota global harus tetap berjalan beriringan dengan upaya menjaga budaya dan jati diri kota.

“Menjadi Abang dan None bukan semata-mata tentang selempang atau gelar. Di baliknya ada nama Jakarta yang melekat, ada citra kota yang harus dijaga, dan ada nilai-nilai budaya yang harus terus dirawat,” ujar Rano.

Ia menuturkan, para finalis telah mengikuti berbagai tahapan seleksi dan pembekalan yang memberikan pemahaman lebih luas mengenai Jakarta. Materi tersebut mencakup pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, serta berbagai potensi yang dimiliki Ibu Kota.

Bekal tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi Abang dan None untuk mengenalkan Jakarta kepada masyarakat yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Ke depan, kita ingin Jakarta terus tumbuh menjadi kota global yang modern tanpa meninggalkan akar budaya dan jati dirinya,” katanya.

Abang-None Jadi Representasi Jakarta

Rano juga menilai Abang dan None memiliki posisi strategis sebagai penghubung Jakarta dengan generasi muda dan masyarakat internasional.

Karena itu, mereka tidak hanya dituntut memahami berbagai potensi Jakarta, tetapi juga mampu mengemas cerita tentang Ibu Kota melalui cara yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Sebagai representasi Jakarta, Abang dan None adalah jembatan yang menghubungkan Jakarta dengan generasi muda dan dunia. Ceritakanlah Jakarta melalui budaya, kreativitas kuliner, komunitas, serta kehangatan masyarakatnya,” tutur Rano.

Menurutnya, perkembangan ruang digital memberikan peluang yang semakin besar bagi Abang dan None untuk memperkenalkan Jakarta.

Selain melalui berbagai kegiatan secara langsung, media sosial dan platform digital dapat dimanfaatkan untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Namun, Rano mengingatkan agar ruang digital digunakan secara kreatif, bijak, dan bertanggung jawab.

Bukan Sekadar Gelar

Malam final Pemilihan Abang dan None Jakarta 2026 juga menjadi awal dari perjalanan baru bagi para peserta. Rano berharap siapa pun yang terpilih tetap memberikan kontribusi bagi Jakarta, sementara para finalis lainnya tetap berkarya di bidang masing-masing.

Ia menegaskan, gelar yang diperoleh dalam ajang tersebut bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Kemenangan kita rayakan, tetapi apa pun hasilnya, kontribusi untuk Jakarta harus terus diupayakan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan selalu membuka ruang bagi anak muda untuk terus berkarya dan berinovasi,” ungkapnya.

Pada malam final tersebut, Herve Pierre Sidarta, perwakilan Jakarta Selatan, terpilih sebagai Abang Jakarta 2026.

Sementara itu, Citra, perwakilan Jakarta Timur, terpilih sebagai None Jakarta 2026.

Keduanya kini membawa tanggung jawab baru sebagai bagian dari representasi generasi muda Jakarta, khususnya dalam memperkenalkan kekayaan budaya, kreativitas, potensi ekonomi, pariwisata, serta kehidupan masyarakat Jakarta.

Momentum tersebut menjadi semakin penting menjelang 500 tahun Jakarta pada 2027, ketika Ibu Kota terus bergerak menuju kota global dengan tantangan untuk tetap mempertahankan identitas dan akar budayanya. (hel)