Home

KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara, Ini Profil Sirajudin Lasena

Oleh Amril Amarullah 22 Sep 2026 07:31 WIB Kategori: Aheadline

JAKARTA (Mtimes) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, (21/9/2026) malam menangkap tangan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena.

Operasi itu dibenarkan oleh Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, Sirajudin Lasena ditangkap bersama 13 orang lainnya dalam OTT tersebut. “Dalam peristiwa tangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah total 14 orang,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin.

Budi mengatakan KPK menangkap Sirajudin Lasena di Jakarta bersama empat orang lainnya. Lima orang diamankan di Jakarta. Salah satunya adalah Bupati Bolaang Mongondow Utara, salah satu kabupaten di wilayah Sulawesi Utara.

Lebih lanjut, Budi mengatakan KPK menangkap delapan orang lainnya di Sulawesi Utara, sedangkan seorang lainnya di Gorontalo.

Adapun pihak-pihak yang ditangkap bersama Sirajudin Lasena terdiri atas kepala dinas, aparatur sipil negara serta pihak swasta.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Lebih lanjut Budi menegaskan bahwa OTT Sirajudin Lasena terkait proyek infrastruktur jalan. Diduga terdapat penerimaan oleh penyelenggara negara terkait proyek di sana.

salah satu proyek yang diduga terjadi praktik korupsi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat terkait pembangunan jalan. Dalam rangkaian operasi senyap ini, KPK menangkap 14 orang dengan rincian lima di Jakarta, delapan di Sulawesi Utara, dan satu di Gorontalo.

Tim Lembaga Antirasuah juga menyita barang bukti berupa uang tunai dalam pecahan rupiah, dengan nilai ratusan juta rupiah yang ditemukan di sejumlah lokasi penindakan.

Profil Sirajudin Lasena

Sirajudin Lasena lahir di Boroko, Bolaang Mongondow Utara, pada 8 Januari 1975. Seperti dilansir dari Wikipedia, Ia merupakan anak kedelapan dari sembilan bersaudara dari pasangan Ismet Lasena dan Dariman Lauma.

Ayahnya dikenal sebagai imam besar masjid. Sirajudin mengawali pendidikan di SD Negeri IV Boroko, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kaidipang. Saat remaja, Sirajudin merantau ke Kota Palu, Sulawesi Tengah, untuk melanjutkan pendidikan di SMEA Negeri Palu.

Pendidikan tingginya ditempuh di Sekolah Ilmu Ekonomi Panca Bhakti Palu. Ia meraih gelar sarjana pada jurusan Akuntansi pada 2002. Tidak berhenti di jenjang sarjana, Sirajudin kemudian melanjutkan pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada dan meraih gelar S2 Ekonomi Pembangunan pada 2013.

Pada 2020, ia kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral dengan mengambil program S3 Administrasi Publik di Universitas Negeri Gorontalo.

Berkarier sebagai Birokrat dan Aktivis Organisasi

Sebelum terjun sebagai kepala daerah, Sirajudin memiliki perjalanan panjang di dunia birokrasi dan organisasi kepemudaan.

Ia pernah dipercaya menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Pada 2015, Sirajudin menjadi Majelis Pertimbangan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI). Setahun kemudian, ia tercatat sebagai anggota presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

Karier organisasinya juga berlanjut di bidang olahraga. Pada periode 2022-2024, Sirajudin menjabat sebagai Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Cabang Bolaang Mongondow Utara.

Di lingkungan pemerintahan, Sirajudin kemudian dipercaya menduduki jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Utara pada 2023. Pada periode tersebut, ia juga menjalankan tugas sebagai Penjabat Bupati Bolaang Mongondow Utara.

Terpilih sebagai Bupati Bolmut

Sirajudin kemudian maju dalam Pilkada Bolaang Mongondow Utara 2024 dengan menggandeng politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Mohammad Aditya Pontoh.

Pasangan tersebut memperoleh 18.479 suara atau 34,69 persen dari total suara sah dan memenangkan kontestasi Pilbup Bolaang Mongondow Utara.

Sirajudin dan Mohammad Aditya Pontoh kemudian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara periode 2025-2030 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada 20 Februari 2025.

Namun, belum genap dua tahun menjalankan pemerintahan definitif, Sirajudin kini harus berhadapan dengan proses hukum setelah diamankan KPK dalam OTT yang berkaitan dengan dugaan korupsi proyek di lingkungan Pemkab Bolaang Mongondow Utara.

KPK masih mendalami perkara tersebut dan akan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai konstruksi kasus serta status hukum para pihak yang diamankan. Di luar karier birokrasi dan politiknya, Sirajudin menikah dengan Ening Sutrisni dan dikaruniai tiga anak.