Home

Jenazah Kru Arupadatu 1 Pembawa 5 Jurnalis Teridentifikasi di Pulau Enggano

Oleh Amril Amarullah 24 Sep 2026 05:42 WIB Kategori: Aheadline

JAKARTA (Mtimes) — Misteri hilangnya KM Arupadatu 1 yang membawa lima jurnalis untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mulai menemukan titik terang. Satu dari tiga kru kapal tersebut berhasil diidentifikasi setelah jenazah tanpa identitas ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu.

Jenazah itu dipastikan merupakan Surakhman, anak buah kapal (ABK) KM Arupadatu 1 yang dilaporkan hilang kontak sejak 7 September 2026.

Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan, identitas Surakhman dipastikan melalui pemeriksaan DNA yang dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri.

Kepastian tersebut disampaikan Hengki dalam konferensi pers di Polda Banten, Rabu (23/9/2026).

Menurut Hengki, proses identifikasi bermula dari penemuan jenazah pria tanpa identitas di perairan Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, pada 12 September 2026.

Penemuan itu terjadi lima hari setelah KM Arupadatu 1 dilaporkan hilang kontak.

“Hari kelima pencarian, kita mendapat informasi dari Bengkulu, saya mendapat informasi dari Kapolda Bengkulu bahwa di sana, di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, ditemukan seorang jenazah, Mister X,” kata Hengki.

Setelah menerima informasi tersebut, Polda Banten langsung berkoordinasi dengan Polda Bengkulu. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Tim DVI selanjutnya melakukan pencocokan data antemortem dari keluarga delapan orang yang hilang dengan data postmortem jenazah tanpa identitas tersebut.

Pemeriksaan identifikasi mencakup data primer berupa sidik jari, pemeriksaan gigi, hingga DNA.

Jenazah yang ditemukan diketahui memiliki ciri fisik menggunakan celana pendek berwarna hitam, dengan tinggi sekitar 163 sentimeter dan diperkirakan berusia sekitar 50 tahun.

DNA Cocok dengan Anak Korban

Untuk memastikan identitasnya, tim DVI Pusdokkes Polri melakukan pemeriksaan genetik dengan membandingkan sampel DNA jenazah dengan data keluarga korban.

Hasil pemeriksaan kemudian memastikan jenazah dengan kode PM/62/P.Enggano/01 merupakan Surakhman, salah satu kru KM Arupadatu 1.

Hengki menjelaskan, kecocokan tersebut diperoleh melalui hubungan biologis antara jenazah dengan Yayat, yang merupakan putra kandung Surakhman.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap seorang mayat Mister X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, bahwa secara genetik PM/62/P.Enggano/01, itu kode jenazah Mister X tadi, teridentifikasi sebagai Surakhman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayat,” ujar Hengki.

Dengan hasil identifikasi tersebut, satu dari delapan orang yang berada di dalam KM Arupadatu 1 saat hilang kontak kini telah diketahui identitasnya. Kapal itu membawa lima jurnalis dan tiga kru ketika bertolak untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.

Hilang Saat Meliput Gunung Anak Krakatau

KM Arupadatu 1 sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda pada 7 September 2026. Rombongan tersebut terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal.

Operasi pencarian dan pertolongan kemudian dilakukan oleh tim SAR gabungan selama 10 hari. Namun, hingga operasi resmi dihentikan, keberadaan kapal dan sebagian besar orang yang berada di dalamnya belum ditemukan.

Penemuan jenazah di Pulau Enggano pada 12 September menjadi salah satu petunjuk dalam upaya mengungkap nasib rombongan tersebut.

Setelah melalui proses identifikasi selama sekitar 10 hari, hasil pemeriksaan DNA akhirnya memastikan jenazah tersebut adalah Surakhman.

Hingga Rabu (23/9/2026), belum ada kepastian mengenai keberadaan tujuh orang lainnya yang masih dinyatakan hilang. (hel)