Home

Di Hadapan BKMT se-Indonesia, Wagub Rano Ungkap Kekuatan Jakarta Menuju Kota Global

Oleh Amril Amarullah 24 Sep 2026 17:28 WIB Kategori: Aheadline

JAKARTA (Mtimes) – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mendorong perempuan terus mengambil peran dalam memperkuat kehidupan sosial, keagamaan, dan kebersamaan masyarakat. Menurutnya, peran tersebut semakin penting di tengah perjalanan Jakarta menuju kota global.

Pesan itu disampaikan Rano saat menerima silaturahmi pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Indonesia di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan BKMT yang akan menggelar Muktamar ke-10 dan Milad ke-45 di Jakarta. Sekitar 250 pengurus BKMT se-Indonesia hadir dalam silaturahmi tersebut.

Rano menyambut kehadiran para pengurus BKMT sekaligus mengapresiasi keterlibatan mereka dalam menyambut berbagai agenda Jakarta, terutama menjelang usia 500 tahun pada 2027.

“Kami mengucapkan selamat datang. Kami bersyukur Ibu-ibu BKMT membantu kami mempersiapkan tahun depan, karena tahun depan Jakarta berusia 500 tahun, lima abad,” ujar Rano.

BKMT Dinilai Punya Peran Penting

Rano menilai BKMT memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat karena tumbuh dari keterlibatan perempuan dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.

Menurut dia, keberadaan BKMT juga menjadi penghubung bagi majelis taklim yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Kalau majelis taklim di kampung-kampung banyak, di setiap daerah ada. Tetapi bagaimana majelis taklim ini bisa ada di Indonesia? Karena ada Badan Kontak Majelis Taklim,” tuturnya.

Bagi Rano, keberadaan majelis taklim tidak sebatas menjadi ruang untuk mempelajari ilmu agama. Lebih dari itu, majelis taklim menjadi tempat masyarakat belajar berinteraksi, mendengar, berbicara, bersosialisasi, sekaligus membangun hubungan dengan sesama.

Peran tersebut, menurut Rano, memiliki kaitan erat dengan karakter Jakarta sebagai kota yang sejak dahulu menjadi ruang pertemuan berbagai kelompok masyarakat.

“Jakarta ini adalah melting pot atau tempat pertemuan berbagai macam budaya. Ada Padang, Jawa, Betawi, Sunda, Arab, Ambon, dan macam-macam,” ungkapnya.

Kebersamaan Jadi Kekuatan Jakarta

Karena itu, Rano mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong kebudayaan dan berbagai kegiatan yang mempertemukan masyarakat dari latar belakang berbeda.

Menurutnya, ruang-ruang perjumpaan semacam itu penting untuk memperkuat hubungan sosial sekaligus menjaga keberagaman yang menjadi bagian dari karakter Jakarta.

Ia menilai pembangunan Jakarta sebagai kota global tidak cukup hanya bertumpu pada kemajuan fisik maupun ekonomi. Identitas dan karakter masyarakat juga perlu tetap dirawat.

“Jakarta boleh menjadi kota global, tetapi kebersamaan dan keberagaman masyarakat harus tetap menjadi kekuatan,” kata Rano.

Pesan tersebut sekaligus menempatkan perempuan dan organisasi keagamaan seperti BKMT sebagai bagian dari kekuatan sosial yang dapat ikut menjaga kohesi masyarakat.

Bagi Jakarta yang akan memasuki usia lima abad pada 2027, keberagaman bukan sekadar bagian dari sejarah kota. Keberagaman juga menjadi modal sosial yang perlu terus dirawat ketika Jakarta bergerak menuju peran yang lebih luas sebagai kota global. (hel)