JAKARTA (Mtimes) – Biaya operasional menjadi salah satu pertimbangan penting ketika konsumen memilih mobil listrik. Selain harga kendaraan, konsumsi energi dan kemudahan pengisian daya turut menentukan biaya yang harus dikeluarkan selama masa pemakaian.
Hal itu coba ditawarkan Changan melalui Nevo Q05, SUV listrik yang mengedepankan efisiensi energi, kenyamanan, serta kemudahan penggunaan untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Changan Nevo Q05 diklaim memiliki konsumsi energi sekitar 12,9 kWh per 100 kilometer atau setara dengan sekitar 7,75 kilometer per kWh.
Dengan konsumsi tersebut, biaya energi yang dibutuhkan dapat dihitung berdasarkan sumber pengisian daya yang digunakan.
Biaya Charging di Rumah
Bila pengisian dilakukan menggunakan fasilitas home charging dengan asumsi tarif listrik rumah tangga non-subsidi PLN sebesar Rp1.700 per kWh, biaya energi Nevo Q05 berada di kisaran Rp219 per kilometer.
Artinya, untuk menempuh jarak 100 kilometer, pemilik membutuhkan biaya listrik sekitar Rp21.930.
Sementara jika kendaraan digunakan rata-rata sejauh 1.000 kilometer dalam sebulan, kebutuhan energinya sekitar 129 kWh. Dengan tarif tersebut, biaya listriknya diperkirakan mencapai Rp219.300 per bulan, atau sekitar Rp7.310 per hari.
Perhitungan ini tentu merupakan estimasi. Biaya aktual dapat berbeda karena konsumsi listrik selama proses pengisian, kondisi baterai, hingga faktor penggunaan kendaraan.
Bagaimana Jika Menggunakan SPKLU?
Pengguna yang lebih sering mengandalkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga dapat menghitung biaya energinya.
Dengan asumsi tarif pengisian sebesar Rp2.475 per kWh, biaya energi Nevo Q05 berada di kisaran Rp319 per kilometer.
Untuk jarak 100 kilometer, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp31.928. Sedangkan dengan pemakaian 1.000 kilometer per bulan, pengeluaran energinya diperkirakan mencapai Rp319.275 per bulan atau sekitar Rp10.643 per hari.
Angka tersebut belum memperhitungkan potensi biaya layanan atau service fee yang dapat diberlakukan di fasilitas SPKLU tertentu.
Dengan demikian, pola pengisian menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi biaya operasional kendaraan listrik. Pengisian di rumah dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rutin, sedangkan SPKLU dapat menjadi pilihan ketika pengguna membutuhkan pengisian lebih cepat dalam perjalanan.
Baterai 51,9 kWh, Jarak Tempuh hingga 462 Km
Dari sisi teknis, Changan Nevo Q05 menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 51,9 kWh.
Baterai tersebut diklaim mampu memberikan jarak tempuh hingga 462 kilometer berdasarkan pengujian NEDC. Dengan jarak tempuh tersebut, kendaraan diposisikan untuk mendukung penggunaan harian di perkotaan sekaligus perjalanan antarkota.
“Selain menghadirkan mobilitas yang lebih ramah lingkungan, Changan Nevo Q05 kami hadirkan untuk memberikan pengalaman berkendara yang nyaman, praktis, dan efisien dalam berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas sehari-hari di dalam kota hingga perjalanan jauh bersama keluarga dan teman,” kata CEO Changan Indonesia Setiawan Surya.
Menurut dia, efisiensi energi dan kemampuan pengisian daya cepat menjadi bagian dari upaya memberikan nilai lebih bagi konsumen dalam penggunaan jangka panjang.
Bisa Cas 30-80 Persen dalam 15 Menit
Selain efisiensi, waktu pengisian menjadi faktor penting dalam penggunaan mobil listrik.
Changan Nevo Q05 telah mendukung teknologi 3C Fast Charging hingga 162 kW. Teknologi tersebut memungkinkan pengisian baterai dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 15 menit.
Kemampuan ini terutama berguna ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan jauh dan pengguna tidak memiliki banyak waktu untuk berhenti di lokasi pengisian.
Untuk mendukung aspek keamanan, baterai Nevo Q05 juga dibekali sistem Golden Shield Battery 2.0 dan sertifikasi IP68 yang memberikan perlindungan terhadap air dan debu.
Efisiensi kendaraan turut didukung desain bodi aerodinamis dengan angka drag coefficient 0,265 Cd.
Dirakit Lokal, Didukung 27 Dealer
Changan Nevo Q05 juga telah dirakit secara lokal di fasilitas perakitan milik Indomobil Group di National Assemblers, Purwakarta, Jawa Barat.
Selain memperkuat produksi lokal, Changan dan Indomobil juga mengembangkan jaringan layanan purna jual untuk mendukung kepemilikan kendaraan listrik.
Saat ini, layanan purna jual Nevo Q05 didukung 27 jaringan dealer Changan di berbagai kota di Indonesia.
Untuk memberikan perlindungan selama masa kepemilikan, Changan memberikan garansi baterai selama 8 tahun atau 240.000 kilometer dan garansi kendaraan selama 5 tahun atau 150.000 kilometer, dengan ketentuan yang berlaku.
Harga Mulai Rp349 Juta
Changan Nevo Q05 dipasarkan dengan harga OTR Jakarta Rp349 juta untuk varian Pro dan Rp399 juta untuk varian Max.
SUV listrik tersebut tersedia dalam lima pilihan warna, yakni Whispering Pine Green, Moonlight White, Moonlight Gray, Sunset Purple, dan Cloud Veil Gray.
Dengan konsumsi energi 12,9 kWh per 100 kilometer, biaya pengisian menjadi salah satu aspek yang ditawarkan Changan untuk menjawab kebutuhan mobilitas harian.
Bagi konsumen yang menempuh sekitar 1.000 kilometer setiap bulan, estimasi biaya listrik mulai dari sekitar Rp219 ribu per bulan jika pengisian dilakukan di rumah dengan asumsi tarif listrik Rp1.700 per kWh. (hel)