JAKARTA (Mtimes) – Nama Emil Audero Mulyadi menjadi salah satu sorotan setelah Timnas Indonesia berhasil menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Penjaga gawang kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, 18 Januari 1997, itu tampil sebagai salah satu penentu kemenangan Garuda atas Thailand di final melalui drama adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam.
Emil bukan kiper yang lahir dari sistem sepak bola Indonesia. Ia tumbuh di Italia, tetapi memiliki darah Indonesia dari sang ayah. Perjalanan panjangnya di sepak bola Eropa kemudian membawanya kembali mengenakan seragam Merah Putih.
Sejak kecil, Emil tumbuh di Cumiana, Piedmont, Italia. Ia mengawali sepak bola bersama klub lokal Cumiana Calcio. Menariknya, Emil sempat bermain sebagai pemain lapangan sebelum akhirnya beralih menjadi penjaga gawang.
Bakatnya mulai mencuri perhatian ketika berusia 11 tahun. Emil kemudian bergabung dengan akademi Juventus, salah satu klub terbesar Italia. Selama bertahun-tahun menjalani pembinaan di Turin, ia berkembang hingga mendapat kesempatan menembus tim utama.
Debut Emil di Serie A terjadi pada 27 Mei 2017 ketika Juventus menghadapi Bologna. Setelah itu, ia dipinjamkan ke Venezia untuk mendapatkan pengalaman bermain lebih banyak.
Pada 2018, Emil bergabung dengan Sampdoria. Di klub tersebut, ia berkembang menjadi penjaga gawang utama dan mendapat pengalaman reguler bermain di Serie A. Kemampuannya membaca permainan, refleks, serta ketenangannya di bawah mistar menjadi bagian penting dari perkembangan kariernya.
Pengalaman Emil kemudian berlanjut bersama Inter Milan pada 2023. Meski menghadapi persaingan ketat di posisi penjaga gawang, kesempatan tersebut memberinya pengalaman berada di lingkungan salah satu klub elite Eropa.
Setelah menjalani karier di sejumlah klub Italia, Emil kemudian melanjutkan kiprahnya di Spanyol bersama Rayo Vallecano.
Memilih Indonesia
Di level internasional, Emil sebelumnya memperkuat berbagai kelompok usia Timnas Italia, mulai U-15 hingga U-21. Namun, latar belakang keluarganya membuat Indonesia tetap memiliki tempat khusus dalam perjalanan kariernya.
Pada 2025, proses naturalisasi Emil sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) rampung. Ia mengambil sumpah sebagai WNI di KBRI Roma pada 10 Maret 2025.
Emil kemudian menjalani debut bersama Timnas Indonesia pada 5 Juni 2025 saat menghadapi China dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia dipercaya menjadi starter dan membantu Indonesia menang 1-0 tanpa kebobolan.
Sejak saat itu, Emil menjadi bagian dari persaingan di posisi penjaga gawang Timnas Indonesia.
Pengalaman panjang di sepak bola Eropa menjadi modal penting bagi Emil ketika menghadapi pertandingan bertekanan tinggi. Namun, momen paling penting datang pada final FIFA ASEAN Cup 2026.
Indonesia bermain imbang 2-2 melawan Thailand hingga 120 menit. Gelar juara pun harus ditentukan lewat adu penalti.
Empat eksekutor Indonesia, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama, sukses menjalankan tugas. Dari kubu Thailand, dua penendang gagal, termasuk Nattapong Sayriya yang sepakannya berhasil ditepis Emil.
Indonesia akhirnya menang 4-2 dalam adu penalti dan mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026.
Penyelamatan Emil di momen krusial tersebut membuat namanya semakin melekat dalam malam bersejarah sepak bola Indonesia.
Dari Mataram, tumbuh di Italia, ditempa akademi Juventus, merasakan atmosfer Serie A hingga berkarier di Spanyol, perjalanan Emil Audero akhirnya bermuara pada satu momen penting: berdiri di bawah mistar gawang Merah Putih dan ikut membawa Indonesia mengangkat trofi di hadapan publik SUGBK.
Profil Singkat Emil Audero
- Nama: Emil Audero Mulyadi
- Lahir: Mataram, 18 Januari 1997
- Posisi: Penjaga gawang
- Kewarganegaraan: Indonesia
- Klub: Rayo Vallecano
- Karier junior: Cumiana Calcio, Juventus
- Debut Timnas Indonesia: 5 Juni 2025
- Prestasi: Juara FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Timnas Indonesia (alvuza faturrahman)