JAKARTA, (Mtimes) – Suasana pembukaan Synchronize Fest 2026 langsung menarik perhatian. Bendera Palestina berkibar, sementara topeng bergambar Munir dan Marsinah muncul di tengah kerumunan penggemar Efek Rumah Kaca. Perpaduan musik dan simbol perjuangan ini memberi warna tersendiri pada hari pertama festival.
Antusiasme penonton sudah terlihat sejak siang hari. Sejak pukul 15.00 WIB, para pengunjung mulai mengantre dengan tertib untuk memasuki area festival. Meski berlangsung pada hari kerja, kerumunan penonton tetap memadati lokasi sejak acara dibuka.
Di tengah keramaian tersebut, sekelompok pengunjung berpakaian serba hitam mencuri perhatian. Mereka merupakan penggemar Efek Rumah Kaca, band yang membuka rangkaian penampilan Synchronize Fest 2026. Para penggemar itu membentuk lingkaran dan menunggu dengan sabar kedatangan band idola mereka.
Topeng Munir-Marsinah dan Bendera Palestina Curi Perhatian
Bukan sekadar datang untuk menikmati musik, sejumlah penggemar juga membawa simbol yang sarat makna. Beberapa di antaranya mengenakan topeng bergambar Munir dan Marsinah, dua tokoh yang lekat dengan perjuangan hak asasi manusia (HAM) dan hak-hak buruh di Indonesia.
Kehadiran topeng tersebut menghadirkan pesan yang lebih dalam di tengah suasana festival. Munir dikenal sebagai pembela HAM, sedangkan Marsinah menjadi simbol perjuangan buruh di Indonesia. Keduanya mengingatkan publik pada pentingnya keberanian menyuarakan keadilan.
Selain topeng Munir dan Marsinah, para penggemar juga mengibarkan bendera Palestina di tengah kerumunan. Simbol tersebut menunjukkan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina sekaligus membawa isu solidaritas kemanusiaan ke ruang musik.
Pemandangan ini memperlihatkan bagaimana festival musik bisa menjadi ruang untuk mengekspresikan identitas, kepedulian, dan sikap terhadap berbagai persoalan sosial. Bagi sebagian penonton, datang ke festival bukan cuma soal menikmati penampilan musisi, tetapi juga menyuarakan hal-hal yang mereka anggap penting.
Efek Rumah Kaca Buka Panggung Forest Stage
Di tengah antusiasme tersebut, Efek Rumah Kaca dijadwalkan membuka Synchronize Fest 2026 pada pukul 15.30 WIB melalui Forest Stage. Band yang diperkuat Cholil Mahmud, Akbar Bagus Sudibyo, Poppie Airil, dan Reza Ryan itu menjadi salah satu penampil yang dinanti para penggemarnya.
Menariknya, Efek Rumah Kaca juga menggandeng Jakarta 32 dan KontraS untuk berkolaborasi di atas panggung. Kolaborasi ini menjadi bagian dari pembukaan festival yang tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga membuka ruang bagi ekspresi seni dan isu sosial.
Dengan kehadiran musik, simbol solidaritas, serta pesan tentang kemanusiaan dan keadilan, pembukaan Synchronize Fest 2026 menghadirkan suasana yang lebih berwarna. Di sini, panggung musik dan suara publik bertemu dalam satu ruang, membuktikan bahwa festival bukan hanya tempat untuk bernyanyi bersama, tetapi juga ruang untuk menunjukkan apa yang dipercaya oleh para penontonnya. (Yudi Purwanto)