JAKARTA (Mtimes) – Ibu Kota Jakarta masuk kategori transportasi publik terbaik di dunia posisi ke-15. Mengalami peningkatan dari yang sebelumnya di posisi 17 pada tahun 2025 lalu.
“Saya ingin menyampaikan satu hal yaitu berkaitan dengan peringkat transportasi Jakarta.Time Out telah mengeluarkan hasil surveinya. Jakarta sekarang ini untuk dunia, yang tahun lalu menduduki peringkat 17 naik menjadi peringkat 15 terbaik dunia,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Senin.
Dilansir dari Antaranews, kenaikan peringkat tersebut dapat terjadi karena kini transportasi di ibu kota semakin terintegrasi mulai dari MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, hingga Mikrotrans.
Pramono mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan majalah perjalanan Time Out terhadap lebih dari 24.000 warga, sebanyak 79,2 persen responden memberikan penilaian positif terhadap layanan transportasi publik di Jakarta.
Di negara ASEAN, Jakarta juga menduduki posisi kedua sebagai kota dengan transportasi terbaik setelah Singapura.
Untuk itu, Pramono pun berjanji akan terus meningkatkan integrasi transportasi umum, terutama melalui layanan Transjabodetabek.
Di Asia ranking tujuh, ya tentunya setelah Singapura, Taiwan, dan sebagainya. Tetapi intinya dengan integrasi yang semakin baik, mudah-mudahan transportasi di Jakarta juga akan menjadi semakin baik. “Dan untuk itu, saya akan melanjutkan mengkoneksikan yang belum terkoneksi yang ada di Jakarta ini. Terutama untuk Transjabodetabek,” ungkap Pramono.
Dia menilai, layanan Transjabodetabek yang menjangkau wilayah penyangga Jakarta, yakni Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, turut berperan dalam mengurangi kemacetan di Jakarta.
Oleh sebab itu, Pramono mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan transportasi di ibu kota.
Adapun berdasarkan survei Time Out pada 2026, Jakarta menempati peringkat ke-15 dari 20 kota dengan transportasi publik terbaik di dunia.
Survei tersebut melibatkan lebih dari 24.000 warga di berbagai kota. Hasilnya, sebanyak 79,2 persen responden memberikan penilaian positif terhadap transportasi publik Jakarta.
Capaian tersebut menempatkan Jakarta di posisi kedua di Asia Tenggara, setelah Singapura yang berada di peringkat kedua dunia.