JAKARTA (Mtimes) – Sejumlah aksi unjuk rasa di sejumlah titik di wilayah Jakarta, Selasa (20/10/2026) dalam rangka memperingati 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran digelar oleh aliansi mahasiswa (termasuk BEM UI) dan elemen masyarakat.
Massa memusatkan aksi di beberapa titik strategis Jakarta, termasuk di sekitar Gedung DPR/MPR RI, kawasan Monas, dan Istana Negara.
Polda Metro Jaya mengimbau warga masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak untuk menghindari titik-titik lokasi unjuk rasa dan memanfaatkan rute alternatif guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat yang tidak memiliki kepentingan urgen dapat menghindari ataupun menggunakan jalur-jalur alternatif,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, masyarakat dapat memantau pembaruan informasi mengenai pengalihan arus dan rute alternatif melalui akun media sosial resmi Polda Metro Jaya dan TMC Polda Metro Jaya.
Pihak kepolisian menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pengguna jalan apabila kegiatan harian terganggu akibat penutupan atau pengalihan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
Polda Metro Jaya mencatat pada hari ini terdapat 52 kegiatan aktivitas masyarakat, yang mana 26 di antaranya merupakan aksi penyampaian aspirasi di muka umum di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Sejumlah titik penyampaian pendapat tersebut tersebar di beberapa kawasan strategis, seperti Silang Selatan Monas, Tugu Tani, Tugu Proklamasi, Gedung DPR/MPR RI, hingga area kementerian dan lembaga.
“Untuk menjaga ketertiban berlalu lintas, personel dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bersama TNI telah dikerahkan sejak pagi hari di lapangan untuk melakukan pengaturan serta rekayasa lalu lintas,” katanya dikutip dari Antaranews.
9.505 Personel Gabungan Dikerahkan
Polda Metro Jaya bersama TNI mengerahkan sebanyak 9.505 personel gabungan untuk mengamankan 26 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum (unjuk rasa) dan 26 kegiatan masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada Selasa.
”Konsep pengamanan kita hari ini adalah memberikan pelayanan kepada warga negara sebagai wujud bahwa negara kita adalah negara demokrasi,” kata Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto saat memimpin apel kesiapan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa.
Dadang menegaskan penyampaian pendapat merupakan hak warga negara yang harus dihormati dan difasilitasi. Kehadiran personel gabungan bertujuan memastikan setiap warga dapat menjalankan hak dan aktivitasnya secara aman.
Ia mengingatkan seluruh personel agar senantiasa menjaga profesionalisme, mengendalikan emosi, serta mengutamakan komunikasi dan pendekatan humanis dalam menghadapi dinamika di lapangan.