Home

Prabowo Sebut Pembakar Karhutla Bentuk Terorisme Lingkungan

Oleh Amril Amarullah 21 Okt 2026 18:49 WIB Kategori: Aheadline

JAKARTA (Mtimes) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diduga dilakukan oleh sejumlah pihak termasuk korporasi merupakan bentuk terorisme lingkungan yang tidak boleh dianggap remeh.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto
saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Presiden Prabowo Subianto mengatakan karhutla yang terjadi di sejumlah lokasi di Indonesia tidak terjadi secara alamiah, tetapi ada pihak yang sengaja membakar, termasuk diduga dilakukan oleh beberapa korporasi.

“Karena ternyata banyak korporasi ikut bertanggung jawab. Rakyat juga menangkap berbagai oknum yang sengaja membakar yang bisa kita anggap ini adalah terorisme lingkungan. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan karena apa yang mereka lakukan membahayakan kesehatan jutaan rakyat kita,” ujar Presiden Prabowo.

Dilansir dari Antaranews, Kepala Negara mengatakan hasil penyelidikan di lapangan menemukan adanya campur tangan manusia dalam kejadian karhutla.

Oleh karena itu, Presiden memerintahkan Kepolisian, Kejaksaan Agung, Kementerian Kehutanan dan dibantu dengan TNI serta Badan Intelijen Negara (BIN) untuk melakukan pendalaman, termasuk menyelidik dugaan keterlibatan korporasi.

“Kita tidak boleh menganggap ini remeh, kita akan sekarang masif menangani itu, tapi kita juga akan mengusut sampai tuntas,” tuturnya.

Pemerintah tidak akan memperlakukan karhutla seperti kejadian biasa-biasa saja. Jika terbukti, kata Prabowo, maka pemerintah akan mencabut semua izin perusahaan yang melanggar hukum.

Dia juga menyinggung sejumlah negara yang suka menghina Indonesia, menyebut akan membuka perusahaan-perusahaan asing yang terlibat.

“Bagi negara-negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia, pada saatnya kita akan buka perusahaan-perusahaan,” demikian Prabowo Subianto.