Home

MU Jadi Bulan-bulanan Como, Carrick Mengaku Semua Salahnya

Oleh Yudi Purwanto 22 Okt 2026 10:47 WIB Kategori: Aheadline

Mtimes – Kekalahan telak 1-4 dari Como di Liga Champions menjadi pukulan telak bagi Manchester United. Pelatih Michael Carrick pun meminta maaf kepada para suporter setelah Setan Merah tampil buruk dalam laga di Italia, Kamis (22/10/2026).

Carrick mengakui dirinya bertanggung jawab penuh atas performa mengecewakan timnya. Hasil ini juga memperpanjang puasa kemenangan Manchester United menjadi tujuh pertandingan di semua kompetisi.

“Saya sangat peduli kepada para suporter. Mereka adalah jantung klub ini dan akan selalu begitu,” kata Carrick usai laga melawan como.

Ia memahami kekecewaan para pendukung yang rela menempuh perjalanan jauh ke Italia demi mendukung tim kesayangan mereka.

Setelah pertandingan berakhir, Carrick langsung menghampiri para suporter Manchester United yang hadir di stadion. Ia beberapa kali mengangkat kedua tangannya sebagai bentuk pengakuan atas kekalahan yang baru saja mereka alami.

“Ini lebih dari sekadar mengecewakan. Semua orang harus bertanggung jawab. Saya sepenuhnya bertanggung jawab atas tim dan performa ini. Tanggung jawab itu berhenti pada saya, dan saya menerimanya,” tegasnya.

Carrick juga menilai penampilan Manchester United kali ini benar-benar tidak bisa diterima. Apalagi, ia sudah lama menjadi bagian dari klub, baik sebagai pemain maupun pelatih.

Posisi Carrick Mulai Terancam?

Tekanan terhadap Carrick makin besar setelah Manchester United menjalani awal musim yang jauh dari harapan. Situasi ini berbanding terbalik dengan pencapaiannya musim lalu, saat ia mengambil alih tim sebagai pelatih sementara pada Januari.

Ketika itu, Carrick berhasil membawa Setan Merah melewati periode positif hingga finis di posisi ketiga klasemen liga dan mengamankan tiket ke Liga Champions. Performa tersebut membuat manajemen memberinya kontrak berdurasi dua tahun.

Namun, cerita musim ini justru berbeda. Manchester United baru sekali meraih kemenangan di liga dan sudah tersingkir dari Piala Liga Inggris pada babak awal.

Kekalahan dari Como semakin memperpanjang daftar hasil buruk yang harus ditelan Carrick.

Dalam pertandingan tersebut, Nico Paz menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Manchester United setelah mencetak dua gol. Tasos Douvikas dan Jacobo Ramon juga ikut menyumbang gol untuk Como.

Manchester United hanya mampu membalas lewat pemain pengganti Joshua Zirkzee yang mencetak satu-satunya gol bagi Setan Merah.

Bruno Fernandes Ikut Soroti Taktik Tim

Bukan cuma hasil akhir yang menjadi sorotan. Pendekatan taktik Manchester United saat menghadapi Como juga memicu pertanyaan.

Kapten Bruno Fernandes turut angkat bicara soal strategi yang digunakan timnya. Dalam wawancara dengan TNT Sports, Fernandes menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak menerapkan tekanan satu lawan satu merupakan pilihan staf pelatih.

Saat ditanya apakah strategi tersebut menjadi kesalahan, Fernandes menegaskan bahwa keputusan itu merupakan tanggung jawab manajer dan staf pelatih.

Menurutnya, Manchester United seharusnya bermain lebih berani, mengambil risiko, dan memberikan tekanan lebih besar kepada lawan.

Sebaliknya, Como justru tampil agresif dengan menerapkan tekanan tinggi yang membuat Manchester United kesulitan mengembangkan permainan.

Komentar Fernandes menambah panas situasi internal klub yang tengah menjadi sorotan. Sepekan sebelumnya, bek Lisandro Martinez juga sempat mengkritik jajaran petinggi Manchester United terkait kebijakan perekrutan pemain setelah kekalahan dari Atletico Madrid di Liga Champions. Martinez kemudian menyampaikan permintaan maaf.

Carrick Punya Pekerjaan Rumah Besar

Rentetan hasil buruk, kritik terhadap taktik, hingga persoalan internal membuat posisi Carrick semakin mendapat sorotan.

Kini, ia menghadapi pekerjaan rumah besar untuk membangkitkan Manchester United dari keterpurukan. Carrick harus segera menemukan solusi agar timnya kembali tampil kompetitif sekaligus memulihkan kepercayaan para suporter.

Jika tak segera berbenah, tekanan terhadap pelatih asal Inggris itu berpotensi terus meningkat seiring berlanjutnya musim.