JAKARTA (Mtimes) – Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk baru saja menyelesaikan pembagian dividen sekitar Rp 50,63 triliun sepanjang kalender 2026 kepada pemegang saham.
Menurut Novita, jumlah tersebut terdiri atas dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 44,47 triliun dan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp 6,16 triliun.
Ia menambahkan bahwa pembagian dividen interim merupakan bentuk apresiasi kepada pemegang saham atas kinerja perseroan. Namun, pembagian dividen tetap mempertimbangkan kebutuhan modal untuk ekspansi dan antisipasi risiko bisnis.
“Kami ingin pemegang saham dapat menikmati hasil kinerja Bank Mandiri lebih awal melalui dividen interim. Besarannya tetap memperhatikan kebutuhan modal untuk ekspansi dan mengantisipasi risiko, sehingga Bank Mandiri dapat terus mengembangkan bisnis dan menghasilkan laba yang mendukung imbal hasil berkelanjutan bagi pemegang saham,” ujar Novita dalam keterangan di Jakarta, yang diterbitkan republika.co.id.
Adapun keputusan pembagian dividen, sambung Novita, harus tetap memperhatikan realisasi laba, kecukupan modal, likuiditas, dan kebutuhan pengembangan usaha. Dengan demikian, perseroan dapat memberikan imbal hasil kepada pemegang saham tanpa mengurangi kapasitas penyaluran kredit.