Home

Viral Mainan Squishy Mengandung Bahan Berbahaya Picu Kanker, Cek Faktanya

Oleh Amril Amarullah 25 Okt 2026 08:38 WIB Kategori: Aheadline

JAKARTA (Mtimes) – Squishy adalah mainan terbuat dari bahan busa khusus (seperti poliuretan) yang terasa empuk, kenyal, dan bisa kembali perlahan ke bentuk semula setelah diremas atau dipencet (slow-rising).

Saat ini, beberapa jenis squishy terutama varian squishy dumpling yang sedang viral sedang menjadi sorotan ketat oleh otoritas kesehatan dan perdagangan karena ditemukan risiko bahaya pada produk yang tidak standar.

Sebaliknya, dikutip Mtimes dari berbagai sumber, squishy yang berkualitas tinggi, asli, dan telah lulus uji sertifikasi resmi umumnya aman untuk dimainkan.

Di Isle of Man, Kantor Perdagangan Adil (OFT) menyita 81 produk dari sebuah toko di Douglas setelah inspeksi menemukan sejumlah pelanggaran standar keamanan. Barang yang disita termasuk squishy dumpling dan berbagai mainan fidget lainnya.

Temuan tersebut mencakup risiko bahan kimia, masalah pelabelan, potensi tersedak, hingga tidak adanya peringatan batas usia pada kemasan. OFT pun mengimbau orang tua untuk memeriksa kemasan mainan yang ada di rumah.

Amerika Serikat Soroti Risiko Tersedak

Di Amerika Serikat, perusahaan OKK Trading yang berbasis di California menarik sekitar 7.200 unit mainan Rainbow Mystery Squishy Bun Toys pada 3 September 2026, berdasarkan pemberitahuan Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat (CPSC).

Mainan dengan nomor model D08004 itu ditarik karena mengandung butiran water beads yang bisa mengembang jika tertelan. Kondisi ini berisiko menyebabkan tersedak hingga penyumbatan usus, bahkan kematian pada anak.

Hingga 3 September, belum ada laporan cedera terkait produk tersebut. Meski begitu, konsumen yang telah membelinya diminta segera berhenti menggunakan mainan itu.

Inggris Temukan Kandungan Benzena pada Mainan

Sementara itu, Inggris menyoroti risiko bahan kimia pada produk Squeezy Dumplings yang dijual oleh Samsons Cash and Carry Ltd.

Berdasarkan laporan Office for Product Safety and Standards (OPSS) tertanggal 25 Juni 2026, lapisan luar mainan tersebut mengandung benzena sebesar 20 mg/kg. Angka ini empat kali lipat dari batas 5 mg/kg yang digunakan sebagai acuan dalam laporan pengujian tersebut.

Produk itu kemudian ditarik dari konsumen karena dinilai menimbulkan risiko kimia serius.

Benzena merupakan bahan kimia yang paparan berlebihnya dapat membahayakan kesehatan. Dalam jangka panjang, paparan benzena berkaitan dengan peningkatan risiko kanker. Meski demikian, temuan pada produk tertentu ini tidak berarti semua mainan squishy mengandung benzena dalam kadar berbahaya.

Laos Hentikan Impor  Penjualan Squishy

Di Laos, Kementerian Industri dan Perdagangan menghentikan impor serta penjualan mainan squishy yang tidak memiliki sertifikat mulai 28 Juli 2026.

Kebijakan ini diambil setelah inspeksi pasar menemukan sejumlah mainan impor dengan kandungan benzena yang melebihi batas aman. Media Laotian Times melaporkan bahwa pemerintah memperingatkan masyarakat mengenai potensi risiko kesehatan dari produk tersebut.

Meski begitu, belum ada kasus yang terkonfirmasi terkait mainan itu di Laos.

Indonesia Lakukan Uji Sampel

Di Indonesia, Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah menguji lima sampel mainan tersebut untuk memeriksa kesesuaiannya dengan parameter keamanan mainan anak.

Pengujian ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian terhadap bahan pembuat mainan bertekstur lunak yang banyak diminati anak-anak. Meski tampilannya menarik dan dapat diremas, keamanan produk tetap perlu diperhatikan, terutama jika mainan mengandung bahan  kimia tertentu atau material kecil yang berisiko tertelan.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Moga Simatupang, menyampaikan bahwa pengujian mencakup parameter Standar Nasional Indonesia (SNI)  untuk mainan anak serta pemeriksaan tambahan terhadap sejumlah bahan kimia.

Hasil pengujian tersebut akan menjadi dasar untuk memberikan informasi lebih lanjut mengenai sampel yang diperiksa.

Parameter yang diperiksa meliputi aspek fisika, ketahanan terhadap api, logam berat, dan formaldehida. Selain itu, Kemendag menambahkan pengujian benzena di luar parameter SNI yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut.

Dokter Ingatkan Risiko Benzena dan Kanker

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Ika Devi, Sp.PD, mengingatkan bahwa tidak semua produk squishy memiliki kualitas bahan yang sama. Ia menyebutkan adanya kekhawatiran terhadap produk tertentu yang diduga mengandung benzena, senyawa kimia yang diketahui bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker.

Karena itu, konsumen perlu memperhatikan keamanan bahan sebelum membeli mainan yang sedang viral tersebut.

“Squishy itu ada yang bagus bahannya dan ada yang bahannya mengandung benzena. Jadi, kita sebagai orang tua harus tahu bahwa tidak semua squishy yang dijual di pasaran memiliki kualitas yang sama,” ujar dr. Ika.

Ia juga menjelaskan bahwa beberapa produk menggunakan bahan seperti polyvinyl alcohol (PVA), tetapi jenis bahan tersebut saja tidak cukup untuk memastikan keamanan suatu produk tanpa mengetahui komposisi dan hasil pengujiannya.

Menurut dr. Ika, paparan benzena perlu diwaspadai karena senyawa tersebut dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan.

Risiko paparan dapat menjadi perhatian apabila anak menggigit mainan atau memasukkan bagian mainan yang terkontaminasi ke dalam mulut.

Benzena diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker, terutama kanker darah seperti leukemia, meskipun risiko pada setiap kasus bergantung pada tingkat dan durasi paparan.