Home

Pertalite Makin Diburu, Bahlil Hitung Ulang Jatah BBM Subsidi

Oleh Yudi Purwanto 26 Okt 2026 10:31 WIB Kategori: Aheadline

JAKARTA (Mtimes) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menghitung ulang kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Pertalite (RON 90), untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026. Pemerintah mempertimbangkan penambahan kuota setelah konsumsi Pertalite meningkat akibat peralihan pengguna dari BBM nonsubsidi, seperti Pertamax Series.

Bahlil mengatakan, pemerintah masih mengkaji kebutuhan tambahan pasokan Pertalite. Ia menargetkan perhitungan teknis tersebut selesai pada akhir Oktober 2026.

“Oh Pertalite? Pertalite, nanti coba saya akan melakukan exercise nanti di akhir bulan ini, ya. Tapi memang ada terjadi peningkatan dibandingkan dengan 2026, ya. Ada kenaikan. Karena ada kenaikan, pasti akan terjadi penambahan kuota. Ada shifting dari RON 92 ke RON 90. Sebagian ada shifting. Karena ada shifting, pasti kita akan melakukan penyesuaian, ya,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Senin (26/10/2026).

Menurut Bahlil, peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi RON 92 ke Pertalite menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan permintaan. Karena itu, pemerintah perlu menyesuaikan kuota agar pasokan Pertalite tetap mencukupi hingga akhir tahun.

Meski demikian, Bahlil belum memastikan besaran penambahan kuota, termasuk kemungkinan kenaikannya mencapai 10 persen.

“Masih diexercise, ya. Masih diexercise. Makasih,” tambahnya.

Pemerintah juga memperhitungkan dampak penambahan kuota terhadap anggaran subsidi energi. Bahlil memastikan pemerintah telah mempertimbangkan kebutuhan anggaran untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi Pertalite.

“Ya pasti kita sudah memikirkan lah, ya,” tandasnya.

Pertamina Siapkan Tambahan Pasokan dan Jam Operasional

Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan BBM dan memperkuat distribusi ke berbagai daerah. Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, perusahaan berkomitmen memastikan masyarakat di seluruh Indonesia dapat memperoleh BBM sesuai kebutuhan.

Pertamina menjalankan tiga langkah utama, yakni menambah pasokan BBM, memperpanjang jam operasional pada kondisi tertentu, serta menyediakan layanan tambahan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Pertamina mengemban amanah untuk memastikan pasokan BBM tersedia untuk masyarakat di seluruh Indonesia. Karena itu, kami menjalankan tiga komitmen strategis untuk terus memperbaiki layanan kepada masyarakat, yakni penambahan pasokan, penambahan jam operasi, serta layanan tambahan lainnya,” ujar Simon dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Senin (26/10/2026).

Simon menjelaskan, Pertamina memperkuat pasokan dan menjaga keandalan distribusi hingga ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Langkah ini bertujuan memastikan setiap daerah memiliki stok BBM yang memadai.

Selain menambah pasokan, Pertamina juga menyesuaikan jam operasional mobil tangki dan petugas SPBU pada kondisi tertentu. Perusahaan menerapkan langkah tersebut untuk menjaga kelancaran pelayanan, mulai dari terminal BBM hingga penyaluran kepada konsumen.

“Penambahan jam operasional dimulai dari terminal BBM hingga saat pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pertamina juga menyiapkan layanan tambahan sesuai kebutuhan di lapangan. Upaya tersebut mencakup penambahan titik layanan melalui SPBU modular serta layanan pengisian BBM dalam kemasan langsung ke kendaraan konsumen di SPBU.

Simon menegaskan, Pertamina bertanggung jawab melayani kebutuhan energi masyarakat di seluruh Indonesia.

“Pertamina adalah BUMN yang mengemban amanah untuk menyediakan BBM bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan kata lain, kami adalah pelayan masyarakat. Tugas kami adalah melayani kebutuhan BBM seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang terus memberikan kesabaran, dukungan, dan kepercayaan kepada Pertamina. Simon turut berterima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, serta seluruh pihak yang membantu kelancaran distribusi energi.

“Pertamina akan terus bekerja sama dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan keandalan pasokan dan senantiasa berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.