Home

Pengemudi Ojol Korban Kecelakaan BYD Masih Dirawat, Keluarga Khawatir Biaya Pengobatan

Oleh Yudi Purwanto 26 Okt 2026 15:33 WIB Kategori: Breaking

JAKARTA, (Mtimes) – Hasan Syukur (56), pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas mobil listrik BYD dalam kecelakaan beruntun di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Fatmawati. Setelah menjalani operasi pada Sabtu (24/10/2026), Hasan belum bisa berbicara dan masih menggunakan selang medis.

Menantu Hasan, Eko Priyono (34), mengatakan kondisi ayah mertuanya masih lemah setelah menjalani operasi.

“Kondisinya masih lemah, soalnya habis dioperasi, masih dipasang selang, dan belum bisa bicara,” kata Eko saat ditemui kumparan di RS Fatmawati, Jakarta, Minggu (25/10/2026) malam.

Eko mengatakan Hasan mengalami patah tulang kaki kiri serta cedera pada bagian tubuh dari pundak hingga pinggang. Selain itu, Hasan mengalami kebocoran paru-paru akibat kecelakaan tersebut.

“Ada, paru-parunya bocor,” ujarnya.

Sehari-hari, Hasan bekerja sebagai pengemudi ojol di Jakarta dan tinggal seorang diri di rumah kontrakan di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Sementara itu, istri, anak, dan dua cucunya tinggal di kampung halaman mereka di Serang, Banten.

Penghasilan dari mengemudi ojol menjadi salah satu sumber nafkah keluarga. Hasan juga sesekali memberikan uang untuk membantu memenuhi kebutuhan cucu-cucunya. Namun, kecelakaan tersebut membuat Hasan belum bisa kembali bekerja.

Kondisi ini membuat keluarga khawatir terhadap keberlangsungan pemasukan dan biaya pengobatan Hasan. Eko bahkan harus beberapa hari izin dari pekerjaannya di sebuah usaha konveksi untuk mendampingi ayah mertuanya di rumah sakit.

“Pemasukan sendiri paling ada tabungan dikit-dikit buat makan sehari-hari. Tapi enggak tahu sampai berapa lama bertahan, enggak tahu ya,” kata Eko.

Selain mengandalkan tabungan, keluarga berharap mendapat bantuan biaya pengobatan dari Jasa Raharja. Eko mengatakan keluarga telah mengurus dokumen untuk pengajuan klaim, tetapi belum menerima konfirmasi mengenai pencairan bantuan tersebut.

Dukungan juga datang dari Grab, tempat Hasan menjadi mitra pengemudi. Menurut Eko, perwakilan Grab telah beberapa kali menjenguk Hasan dan membawa bantuan berupa minuman, makanan ringan, serta parsel. Namun, keluarga belum menerima bantuan khusus untuk biaya pengobatan karena prosesnya masih berjalan.

Sementara itu, kecelakaan yang melibatkan mobil listrik BYD bernomor polisi B 1220 KDP tersebut terjadi di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 16.48 WIB.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan sebelumnya, mobil BYD itu awalnya menabrak Honda Brio yang melaju searah di depannya. Mobil kemudian oleng ke kiri dan menabrak Honda Beat yang dikendarai Hasan, lalu menghantam mobil Wuling yang sedang berhenti.

Setelah itu, mobil BYD naik ke trotoar dan menabrak dua kendaraan yang terparkir di Hotel Amaris, yakni Honda Mobilio dan Toyota Navi. Kecelakaan tersebut melibatkan lima kendaraan yang ditabrak mobil BYD.

Polisi telah menetapkan pengemudi BYD berinisial S (46) sebagai tersangka. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Adiel Aristo, mengatakan penyidik masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut.

Polisi juga menyatakan hasil pemeriksaan menunjukkan pengemudi BYD negatif narkoba dan alkohol.