Home

Pemuda ICMI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi dan Kolaborasi Bisnis

Oleh Helmi 27 Okt 2026 07:55 WIB Kategori: Metropolitan

JAKARTA (Mtimes) – Penguatan kapasitas usaha, inovasi produk, dan kolaborasi bisnis menjadi langkah penting untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi agar semakin mandiri dan berdaya saing.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Seminar Nasional Pemberdayaan UMKM dan Koperasi yang digelar Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Gedung Pertemuan Lantai III ICMI Center, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (25/10/2026).

Seminar yang berlangsung pukul 08.00–15.00 WIB tersebut diikuti 50 peserta dari kalangan pelaku UMKM, koperasi, dan masyarakat. Kegiatan ini mengusung tema “Bergerak Bersama, Tumbuh Berdaya: Transformasi UMKM dan Koperasi Menuju Ekonomi Mandiri, Inovatif, dan Berdaya Saing”.

Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Hj. Evita Wari, Ketua Departemen UMKM, Koperasi, dan Ekonomi Partai Hanura; Prof. Dr. H. Sarji Ahmad Bisri, S.H., M.Pd., M.M., Dewan Pakar Partai Hanura sekaligus Ketua Panitia Seminar; serta Ketua Umum Harakah Badan Koordinasi Mubalig se-Indonesia (BAKOMUBIN), Dr. H. Nur Raihan, S.H.I., M.H., M.A.

Empat narasumber bahas pengembangan UMKM

Seminar menghadirkan empat narasumber yang membahas berbagai aspek pengembangan usaha, mulai dari penguatan kapasitas UMKM dan koperasi, inovasi teknologi, pembiayaan, hingga strategi membangun bisnis.

Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, M.Ec. memaparkan peluang usaha dan pengembangan UMKM serta koperasi. Penguatan kapasitas usaha menjadi salah satu aspek penting agar pelaku usaha mampu berkembang secara berkelanjutan.

Sementara itu, Roni Nugraha, S.Si., M.Sc., Ph.D. membahas inovasi teknologi hasil perairan. Pemanfaatan inovasi tersebut dapat menjadi peluang untuk meningkatkan nilai tambah produk dan mengembangkan potensi usaha baru.

Akhmad Albaasithu menyampaikan materi mengenai strategi pembiayaan dan penguatan UMKM, termasuk pentingnya dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis.

Adapun Coach Adam Rose dari SR12 membawakan materi bertajuk “Jangan Tunggu Sukses untuk Memulai: Strategi Membangun Kesuksesan dari Sekarang”.

Materi tersebut menekankan pentingnya keberanian memulai usaha, konsistensi dalam menjalankan bisnis, serta kemampuan mengenali peluang di tengah tantangan.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta menyimak pemaparan narasumber dan mengikuti pembahasan mengenai pengembangan usaha, inovasi produk, serta strategi pembiayaan. Partisipasi tersebut menunjukkan besarnya minat terhadap penguatan pengetahuan dan perluasan peluang bisnis bagi pelaku UMKM.

KOIN dorong kemitraan dan perluasan akses pasar

Selain pemaparan materi, seminar tersebut menjadi momentum pengenalan Kolaborasi Inkubator Bisnis Indonesia (KOIN). Kegiatan ini juga mencakup penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara KOIN dan pelaku bisnis.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendampingan usaha, memperluas jaringan kemitraan, serta membuka peluang bagi UMKM dan koperasi untuk mengembangkan produk dan memperluas akses pasar.

Kerja sama antarpelaku usaha dan lembaga pendukung dinilai penting agar pengembangan UMKM tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup strategi pemasaran dan keberlanjutan bisnis.

Kegiatan ini turut menghadirkan stan UMKM sebagai sarana promosi dan pengenalan produk. Melalui fasilitas tersebut, peserta dapat melihat produk yang ditawarkan sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan pelaku usaha lainnya.

Sarji berharap kolaborasi berlanjut

Ketua Panitia Seminar, Prof. Dr. H. Sarji Ahmad Bisri, S.H., M.Pd., M.M., menegaskan pentingnya penguatan kapasitas UMKM dan koperasi melalui peningkatan pengetahuan, inovasi, dan perluasan jaringan bisnis.

Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha, terutama dalam mengembangkan bisnis secara lebih terarah, meningkatkan kualitas produk, dan memperkuat daya saing.

Seminar ini juga diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi pelaku UMKM, koperasi, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan untuk membangun kerja sama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, Pemuda ICMI mendorong agar pemberdayaan UMKM dan koperasi dilanjutkan dengan program nyata, seperti pendampingan usaha, pengembangan inovasi, perluasan akses pasar, dan kemitraan bisnis.

Semangat “Bergerak Bersama, Tumbuh Berdaya” menjadi pesan utama kegiatan tersebut, yakni bahwa kolaborasi dan penguatan kapasitas merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan UMKM dan koperasi yang mandiri, inovatif, serta mampu bersaing.(fitro)