Home

Harga Emas Antam Makin Berkilau, Digital atau Fisik yang Lebih Cuan?

Oleh Yudi Purwanto 28 Okt 2026 11:57 WIB Kategori: Aheadline

JAKARTA (Mtimes) – Harga emas Antam kembali menguat pada Rabu, 28 Oktober 2026. Harga emas batangan ukuran 1 gram kini mencapai Rp2.570.000, naik Rp20.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Kenaikan ini juga membawa kabar positif bagi pemilik emas yang ingin menjual asetnya. Harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam ikut naik Rp20.000 menjadi Rp2.365.000 per gram.

Meski harga emas terus bergerak naik, calon investor tetap perlu menghitung biaya pembelian dan selisih harga jual. Dengan begitu, mereka bisa menentukan waktu transaksi sesuai kebutuhan dan tujuan investasi.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut daftar harga emas Antam berdasarkan ukuran pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,25 persen. Karena itu, calon pembeli sebaiknya memeriksa kembali harga akhir dan ketentuan pajak sebelum bertransaksi.

Lebih Untung Emas Digital atau Emas Fisik?

Kenaikan harga emas sering membuat masyarakat melirik logam mulia sebagai pilihan investasi. Namun, sebelum membeli, calon investor juga perlu menentukan bentuk emas yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka, apakah digital atau fisik.

Emas digital memungkinkan pengguna membeli dan menyimpan emas melalui aplikasi atau platform daring. Saldo emas tercatat secara elektronik dan didukung aset emas fisik yang dikelola penyedia layanan sesuai ketentuan yang berlaku. Pada layanan tertentu, pengguna juga bisa mengajukan pencetakan saldo menjadi emas batangan dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Sementara itu, emas fisik memberikan kepemilikan dalam bentuk batangan yang bisa disimpan sendiri. Mengutip informasi dari Prudential, kedua jenis investasi ini memiliki keunggulan dan risiko yang berbeda.

1. Kepraktisan transaksi

Emas digital menawarkan kemudahan karena pengguna bisa membeli atau menjual emas melalui aplikasi. Sebaliknya, transaksi emas fisik umumnya mengharuskan pembeli mendatangi toko atau menggunakan layanan penjualan yang tersedia.

2. Keamanan penyimpanan

Pemilik emas fisik perlu menyiapkan tempat penyimpanan yang aman untuk mengurangi risiko kehilangan atau pencurian. Adapun emas digital bergantung pada keamanan sistem dan pengelolaan penyedia layanan. Karena itu, calon investor perlu memeriksa reputasi, perlindungan aset, dan ketentuan layanan sebelum memilih platform.

3. Biaya pembelian

Emas digital umumnya tidak memerlukan biaya cetak batangan saat pengguna membeli saldo. Namun, investor tetap perlu memperhatikan biaya administrasi, selisih harga beli dan jual, serta biaya pencetakan jika ingin mengubah saldo menjadi emas fisik.

Sementara itu, harga emas fisik dapat mencakup biaya produksi, sertifikat, dan kemasan. Komponen tersebut ikut memengaruhi harga yang harus dibayar pembeli.

4. Kemudahan pencairan

Investor emas digital biasanya bisa mengajukan penjualan melalui aplikasi sesuai jam operasional dan ketentuan platform. Di sisi lain, pemilik emas fisik perlu menjual batangan melalui toko emas atau saluran pembelian kembali yang menerima produk tersebut.

Meski begitu, kecepatan pencairan keduanya tetap bergantung pada penyedia layanan, harga yang berlaku, dan prosedur transaksi.

5. Fleksibilitas modal

Emas digital memungkinkan masyarakat mulai berinvestasi dengan nominal relatif kecil, bergantung pada ketentuan platform. Sementara itu, pembelian emas fisik umumnya mengikuti ukuran batangan yang tersedia sehingga membutuhkan modal sesuai harga produknya.

6. Kepemilikan dan fleksibilitas penggunaan

Emas fisik memberikan kepuasan tersendiri karena pemilik bisa memegang dan menyimpannya secara langsung. Sebaliknya, emas digital menawarkan kepraktisan tanpa perlu menyimpan batangan sendiri. Namun, pengguna perlu memahami ketentuan penarikan atau pencetakan emas fisik dari platform yang mereka gunakan.

Pada akhirnya, pilihan antara emas digital dan emas fisik bergantung pada tujuan investasi, kemampuan modal, serta kenyamanan masing-masing investor. Jika mengutamakan kepraktisan dan transaksi dengan modal kecil, emas digital bisa menjadi pilihan. Namun, jika ingin memegang aset secara langsung, emas fisik layak dipertimbangkan.

Apa pun pilihannya, jangan hanya terpikat kenaikan harga harian. Periksa biaya transaksi, selisih harga beli dan jual, serta kredibilitas penyedia layanan sebelum menempatkan dana.