Home

Api Nyata dan Ular Sungguhan, Trio GJLS Hadapi Tantangan Ekstrem di Film Berapi-api

Oleh Yudi Purwanto 30 Okt 2026 12:54 WIB Kategori: Gaya Hidup

JAKARTA, (Mtimes) – Proses produksi film GJLS: Berapi-api menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pemain dan kru. Mereka tidak hanya harus berhadapan dengan ular sungguhan, tetapi juga menjalani adegan kebakaran yang menggunakan api nyata demi menghadirkan suasana lebih realistis.

Sutradara Monty Tiwa mengungkapkan bahwa tim produksi membutuhkan persiapan khusus untuk merekam adegan kebakaran. Persiapan itu mencakup pencarian lokasi hingga pembangunan set yang sesuai dengan kebutuhan visual film.

Dalam konferensi pers GJLS: Berapi-api di XXI Epicentrum Mall, Jakarta, Kamis (29/10/2026), Monty menjelaskan bahwa timnya menggabungkan efek praktis dan computer-generated imagery (CGI) untuk menghadirkan kobaran api di layar.

Monty Tiwa Gabungkan Api Nyata dan CGI

Monty mengatakan tim produksi sempat kesulitan menemukan lokasi yang cocok untuk merekam adegan kebakaran. Beberapa tempat memiliki tampilan artistik yang sesuai, tetapi pengelolanya tidak mengizinkan proses pembakaran. Sebaliknya, lokasi yang mengizinkan penggunaan api justru tidak memenuhi kebutuhan visual film.

Tim akhirnya memilih sebuah gudang tua milik PFN. Namun, karena kondisi bangunannya kurang sesuai dengan konsep artistik, mereka membangun set sendiri untuk mendukung kebutuhan adegan.

“Jadi misalnya 50% api yang ada di adegan itu real. 50% sisanya kita tambah dengan CGI,” ujar Monty Tiwa.

Penggunaan api sungguhan membuat adegan kebakaran terasa lebih nyata. Namun, keputusan tersebut juga menghadirkan risiko tersendiri karena api bisa menyebar dan sulit diprediksi selama proses syuting.

Monty mengungkapkan bahwa tim baru memahami tantangan tersebut setelah beberapa kali melakukan pengambilan gambar. Material set yang mereka gunakan ternyata bisa memicu penyebaran api setelah terkena pembakaran berulang.

Bahkan, kondisi api saat pengambilan gambar terkadang berbeda dari situasi ketika tim menjalani latihan. Kondisi tersebut membuat para pemain harus menghadapi suasana yang lebih menegangkan.

Untuk mengantisipasi risiko, tim produksi menyiagakan petugas pemadam kebakaran di lokasi syuting. Langkah ini bertujuan menjaga keselamatan pemain dan seluruh kru selama mereka merekam adegan kebakaran.

Trio GJLS Ketakutan Hadapi Ular Sungguhan

Selain api, ular sungguhan juga menjadi tantangan yang membekas bagi tiga personel GJLS, yakni Rigen, Rispo, dan Hifdzi.

Dalam konferensi pers, para pemain mengakui bahwa mereka memang takut terhadap ular. Ketegangan semakin terasa ketika tim produksi melepas ular di dalam rumah untuk kebutuhan adegan, sementara kamera dan sebagian kru berada di luar lokasi.

Salah satu pemain bahkan mengaku sudah memikirkan adegan tersebut sejak sehari sebelum syuting. Rasa khawatir itu masih terbawa hingga proses pengambilan gambar selesai.

Alhasil, ekspresi ketakutan yang muncul di layar bukan sekadar hasil akting. Para pemain benar-benar menghadapi situasi yang membuat mereka tidak nyaman.

Salah satu personel GJLS juga menceritakan adegan ketika dirinya harus menarik kepala Yono, sahabatnya dalam cerita. Ia sempat merasa tidak tega melakukan adegan tersebut karena memiliki kedekatan emosional dengan karakter Yono.

Pengalaman itu menunjukkan bahwa para pemain tidak hanya menghadapi tantangan teknis, tetapi juga harus keluar dari zona nyaman demi memenuhi kebutuhan cerita.

Melalui penggunaan api nyata dan ular sungguhan, GJLS: Berapi-api menghadirkan proses produksi yang menuntut persiapan matang dari seluruh tim. Meski begitu, Monty menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi perhatian utama, terutama saat mereka merekam adegan kebakaran.

Film GJLS: Berapi-api dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.