JAKARTA, (Mtimes) – Seorang pria yang mengenakan jaket almamater Universitas Dian Nusantara (Undira) menjadi sorotan setelah menghadiri kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Kamis (29/10/2026). Kehadirannya menarik perhatian publik setelah seorang konten kreator mewawancarainya di tengah kerumunan massa.
Video wawancara tersebut kemudian beredar di media sosial dan memicu pertanyaan soal identitas pria itu. Sejumlah warganet meragukan statusnya sebagai mahasiswa karena penampilannya dinilai lebih tua. Selain itu, ia terlihat kesulitan menyebutkan asal kampusnya ketika mendapat pertanyaan.
Pria tersebut memang tidak melakukan provokasi atau tindakan yang memicu keributan. Namun, kemunculan seseorang dengan identitas kampus yang belum jelas di tengah kegiatan publik memunculkan pertanyaan mengenai tujuan kehadirannya.
Setelah video itu ramai diperbincangkan, BEM Universitas Dian Nusantara menelusuri identitas pria tersebut. Dalam proses klarifikasi, pria bernama Bayu Setiadi alias Dino itu mengaku menerima bayaran untuk menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran HI.
Bayu mengatakan sebuah komunitas mengundangnya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Meski begitu, ia tidak menyebutkan nama komunitas yang mengundangnya.
“Saya mengikuti acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026 berdasarkan undangan dari komunitas dan saya dibayar,” kata Bayu dalam video klarifikasinya, Jumat (30/10/2026).
Ia juga menjelaskan asal-usul jaket almamater Undira yang dikenakannya. Bayu mengaku pihak penyelenggara memberikan jaket tersebut kepadanya tanpa menjelaskan asal-usul atribut kampus itu.
“Mengenai almamater yang saya kenakan itu diberikan kepada saya tanpa saya ketahui asal-usulnya,” ujarnya.
BEM Undira Tegaskan Bayu Bukan Mahasiswa
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Dian Nusantara menegaskan Bayu bukan mahasiswa Undira dan tidak mewakili institusi dalam kegiatan tersebut. BEM menyampaikan klarifikasi melalui sebuah video setelah penggunaan atribut kampus itu menjadi sorotan publik.
“Orang yang ramai diperbincangkan di media sosial sudah mengakui hal tersebut, dan atribut almamater Universitas Dian Nusantara yang ia kenakan diberikan oleh pihak penyelenggara acara tersebut,” tulis BEM Undira dalam pernyataan resminya.
BEM Undira juga menyediakan ruang bagi Bayu untuk menyampaikan klarifikasi. Dalam video tersebut, Bayu mengaku mengikuti proses klarifikasi tanpa intimidasi dan mendapat jaminan keamanan dari pihak kampus.
“Di sini saya memohon maaf tanpa ada paksaan dan ini murni kesalahan saya yang tidak teliti menindak suatu pekerjaan,” kata Bayu.
Peristiwa ini bermula dari kegiatan bertajuk Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang diinisiasi Polda Metro Jaya di kawasan Bundaran HI pada Kamis (29/10/2026).
Penyelenggara menggelar kegiatan tersebut sehari setelah demonstrasi aliansi mahasiswa pada Rabu (28/10/2026). Sejumlah unsur TNI-Polri dan tokoh publik, termasuk Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad, turut menghadiri acara tersebut.
Namun, kegiatan yang mengusung semangat kebangsaan itu justru menjadi sorotan setelah muncul pengakuan peserta yang menerima bayaran serta dugaan penggunaan atribut perguruan tinggi tanpa kejelasan identitas.