JAKARTA (Mtimes) – Tim gabungan Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menggerebek lokasi yang diduga jadi markas peredaran narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Minggu.
“Tim gabungan dari Direktorat Narkoba Polda Metro, BNN, Brimob, Polres Metro Jakarta Utara,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Adhe Hariadi di Jakarta, Minggu.
Adhe mengatakan petugas gabungan mulai menyisir kawasan sekitar pukul 05.30 WIB. Total personel yang dikerahkan mencapai 1.816 orang dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Utara dan Brimob Polri.
Carter KRL
Dalam penggerebekan ini, petugas menggunakan kereta rel listrik (KRL) atau Commuter Line dari Stasiun Tanjung Priok menuju kawasan Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari.
Kereta Commuter Line digunakan petugas sebagai transportasi alternatif karena langsung mengakses jalur Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari yang diduga menjadi tempat peredaran narkoba.
Petugas kemudian turun dari KRL dan mulai menyisir lokasi tersebut. Satu per satu lapak yang menjadi tempat peredaran narkoba di sepanjang rel kereta dan pemukiman penduduk didatangi petugas gabungan.
Namun, para pelaku yang diduga bagian dari komplotan narkoba di Kampung Bahari juga memberikan perlawanan kepada petugas.
Dari hasil penggeledahan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti narkoba dan senjata tajam.
Sementara itu, para pelaku yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba berhasil ditangkap petugas gabungan. Namun, pihak kepolisian belum merinci jumlah tersangka yang ditangkap.
“Untuk pelaku diamankan Direktorat Narkoba Polda,” kata Kombes Adhe dilansir dari Antaranews.
Ditemukan Senpi
Polda Metro Jaya menangkap sebanyak 27 orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika dan menyita senjata api saat petugas gabungan melakukan penggerebekan kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, pada Minggu.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso menyatakan penggerebekan tersebut dilakukan secara serentak dengan melibatkan tim gabungan.
“Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya,” kata Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Bismo menjelaskan dalam operasi tersebut, jajaran kepolisian awalnya menyita sejumlah barang bukti dari empat orang yang diamankan di lokasi primer, mencakup satu pemilik barang bukti dan tiga pengguna.
“Satu, barang bukti ada padanya, yaitu pil psikotropika, kemudian ada tiga pengguna. Nanti kita akan lakukan pendalaman,” ujar Bismo.
Selain menangkap puluhan orang, petugas menyita berbagai jenis barang bukti narkotika dalam jumlah besar, di antaranya ratusan gram sabu-sabu, ganja, serta ribuan butir ekstasi.
Petugas juga menemukan satu unit mesin pencetak ekstasi, bong atau alat isap, senjata tajam, hingga senjata api (senpi).
Dalam penggerebekan tersebut, sempat terjadi upaya perlawanan dari beberapa pihak di lokasi. Kendati demikian, Bismo menegaskan tindakan perlawanan tersebut tidak mengganggu jalannya operasi utama.
“Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita,” tutur Bismo.
Petugas di lapangan turut menyita sejumlah uang tunai yang diduga kuat merupakan uang hasil transaksi peredaran gelap narkotika yang disimpan menyatu dengan barang bukti ganja.
Bismo membenarkan para pelaku masih memanfaatkan lapak-lapak liar di sepanjang bantaran rel kereta api sebagai lokasi transaksi narkoba. Guna memutus mata rantai peredaran tersebut, pihak kepolisian akan membongkar bangunan-bangunan liar itu dan terus memburu jajaran bandar utama.
“Membongkar lapak juga supaya tidak disalahgunakan. Kita akan terus lakukan operasi ini di berbagai tempat dan juga pengejaran terhadap bandarnya,” kata Bismo.