Home

FORLAND Resmi Masuk Indonesia, Tawarkan Kendaraan Niaga Listrik untuk Pasar Logistik

Oleh Helmi 03 Nov 2026 12:37 WIB Kategori: Ekbis

JAKARTA (Mtimes) – Pasar kendaraan listrik di Indonesia semakin berkembang. Tidak hanya menyasar kendaraan penumpang, transformasi menuju mobilitas ramah lingkungan kini mulai merambah sektor kendaraan niaga yang menjadi tulang punggung industri logistik dan distribusi barang.

Peluang tersebut ditangkap PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS), bagian dari MAS Group, dengan resmi menghadirkan merek kendaraan niaga listrik global FORLAND di Indonesia, Selasa (3/11/2026).

Kehadiran FORLAND menjadi langkah untuk memperkenalkan solusi kendaraan komersial berbasis listrik yang dirancang sesuai kebutuhan operasional berbagai sektor usaha, mulai dari distribusi barang, logistik perkotaan, hingga konstruksi.

Presiden Direktur PT Tangguh Utama Sejahtera, Jin Hong Lin (Darwin), mengatakan pasar kendaraan niaga listrik di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar.

Menurut dia, penetrasi kendaraan listrik di segmen penumpang telah mencapai sekitar 20 persen. Namun, adopsi kendaraan niaga listrik atau commercial electric vehicle (Commercial EV) masih berada di bawah 1 persen.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang strategis bagi FORLAND untuk ikut membangun ekosistem kendaraan niaga listrik di Indonesia.

“Ini bukan sekadar peluang bisnis, melainkan kesempatan strategis untuk membentuk pasar sejak awal. FORLAND hadir mengusung semangat ‘The Unseen Giant’, menghadirkan kapabilitas global yang kini siap melayani dan mendukung pertumbuhan dunia usaha di Indonesia,” ujar Darwin.

Bidik Peluang Pasar Logistik Indonesia

Potensi pasar kendaraan niaga listrik tidak terlepas dari pertumbuhan industri logistik nasional dan perdagangan digital yang terus berkembang.

Dalam materi peluncurannya, TUS menyebut nilai pasar logistik Indonesia mencapai sekitar Rp 5.800 triliun dengan pertumbuhan tahunan 10–12 persen. Sementara itu, sektor logistik e-commerce diproyeksikan menembus 5,7 miliar dollar AS pada 2026.

Besarnya aktivitas distribusi barang, khususnya pengiriman jarak dekat atau last-mile delivery, membutuhkan armada yang efisien, andal, dan mampu menekan biaya operasional.

Melalui kendaraan listrik, FORLAND menawarkan alternatif bagi pelaku usaha untuk mendukung efisiensi operasional sekaligus mengurangi emisi dari aktivitas transportasi komersial.

Hadirkan Pick Up hingga Dump Truck Listrik

Dalam peluncuran perdananya di Indonesia, FORLAND memperkenalkan sejumlah model kendaraan niaga listrik yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan operasional atau application-driven approach.

Untuk platform ET5, tersedia beberapa pilihan konfigurasi, mulai dari pick up, box, box aluminium, kendaraan berpendingin atau cold chain, hingga angkutan kota.

Sementara itu, platform EL5e menyasar kebutuhan pekerjaan menengah dan sektor konstruksi perkotaan melalui model electric dump truck dan arm roll truck.

FORLAND juga memperkenalkan kategori kendaraan van melalui Blind Van U7 dan U9. Kedua model tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas pengiriman barang dan distribusi di kawasan perkotaan.

Pendekatan tersebut memungkinkan pelaku usaha memilih kendaraan berdasarkan jenis muatan, karakteristik rute, serta kebutuhan operasional masing-masing.

CEO FORLAND International, Mr. Dong YongSheng, mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar paling dinamis di Asia Tenggara dengan fundamental ekonomi yang kuat.

Dia menyebut pengalaman manufaktur global FORLAND menjadi modal untuk mendukung pengembangan kendaraan niaga listrik di Tanah Air.

“Pengalaman manufaktur global FORLAND selama dekade terakhir menjadi fondasi utama kami. Kolaborasi strategis dengan TUS merupakan langkah nyata untuk mendukung transformasi mobilitas listrik komersial yang efisien dan berkelanjutan di Indonesia,” kata Dong.

Perkuat Layanan Purnajual dan Infrastruktur Pengisian Daya

Selain menghadirkan beragam pilihan kendaraan, FORLAND juga menyiapkan dukungan purnajual sebagai bagian penting dari pengembangan bisnis kendaraan niaga listrik.

TUS mengandalkan pengalaman MAS Group selama lebih dari 25 tahun di industri otomotif nasional untuk mendukung kesiapan layanan teknis, jaringan servis, serta ketersediaan suku cadang.

Langkah ini dinilai penting mengingat kendaraan komersial memiliki peran langsung terhadap kelancaran operasional bisnis. Gangguan kendaraan dapat berdampak pada distribusi barang dan produktivitas perusahaan.

Tidak hanya itu, TUS juga membangun ekosistem energi terintegrasi melalui sejumlah kemitraan strategis.

Untuk infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, TUS bekerja sama dengan StarCharge. Sementara itu, teknologi penyimpanan energi melalui Battery Energy Storage System (BESS) didukung kemitraan dengan CRRC.

Ekosistem tersebut juga akan dipadukan dengan pemanfaatan energi terbarukan berbasis tenaga surya atau solar energy.

“Kami memahami bahwa keberhasilan kendaraan komersial bukan hanya tentang produk dan harga, tetapi juga keandalan, ketersediaan suku cadang, dan layanan purnajual. Melalui jaringan MAS Group, kami memastikan bahwa ketika pelanggan memilih FORLAND, mereka mendapatkan ekosistem mobilitas listrik yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Darwin.

Perkuat Kehadiran di Pasar Kendaraan Niaga Nasional

FORLAND merupakan merek kendaraan niaga yang berdiri sejak 1999 dan berkantor pusat di China. Bersama BAIC Group, perusahaan ini mengembangkan bisnis manufaktur dan distribusi kendaraan komersial dengan jangkauan lebih dari 50 negara.

FORLAND juga mencatatkan kapasitas produksi global hingga 7 juta unit.

Di Indonesia, PT Tangguh Utama Sejahtera bertindak sebagai distributor resmi merek tersebut. Melalui dukungan MAS Group, perusahaan menargetkan kehadiran FORLAND tidak hanya sebagai penyedia kendaraan listrik, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan ekosistem transportasi komersial yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Masuknya FORLAND sekaligus menambah pilihan kendaraan niaga listrik bagi pelaku industri dan logistik nasional, di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap armada distribusi yang lebih ramah lingkungan.