JAKARTA (Mtimes)– Audi terus memperkuat fondasi organisasinya dalam menghadapi persaingan Formula 1. Pabrikan asal Jerman tersebut menunjuk Thomas Fuhr sebagai Chief Executive Officer (CEO) Audi Formula Racing GmbH, efektif mulai November 2026.
Penunjukan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Audi untuk memperkuat pengembangan teknologi sekaligus membangun organisasi yang kompetitif di ajang balap mobil paling bergengsi di dunia tersebut.
Fuhr bukan sosok baru di industri otomotif. Ia memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang rekayasa teknik (engineering), teknologi, serta kepemimpinan organisasi berskala internasional.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat pengembangan program Formula 1 Audi, terutama dalam menyatukan kemampuan teknis dan operasional untuk menghadapi tantangan kompetisi di level tertinggi motorsport.
Audi Formula Racing GmbH sendiri merupakan perusahaan yang bertanggung jawab atas pengembangan dan produksi power unit Formula 1 Audi, termasuk sistem penggerak hybrid dan gearbox. Perusahaan ini berbasis di Neuburg an der Donau, Jerman.
Seiring masuknya Fuhr, Audi juga melakukan penajaman pembagian tugas dalam struktur kepemimpinannya.
Stefan Dreyer, yang menjabat Chief Technology Officer (CTO), akan memusatkan perhatian pada pengembangan teknis power unit Formula 1. Sementara itu, Christian Foyer tetap menjalankan perannya sebagai Chief Operating Officer (COO) dengan tanggung jawab terhadap operasional fasilitas Neuburg.
Chief Financial Officer (CFO) AUDI AG sekaligus Chairman of the Shareholders’ Meeting Audi Formula Racing GmbH, Jürgen Rittersberger, menilai penguatan organisasi dan kepemimpinan menjadi faktor penting dalam mewujudkan ambisi Audi di Formula 1.
Menurutnya, proyek Formula 1 merupakan komitmen strategis jangka panjang yang membutuhkan pengembangan organisasi secara berkelanjutan.
Ia optimistis pengalaman Fuhr dapat memberikan kontribusi penting dalam memperkuat struktur dan perkembangan program balap Audi ke depan.
Hal senada disampaikan Mattia Binotto, CEO sekaligus Team Principal Audi Revolut F1 Team. Ia menyebut Audi telah membangun fondasi kuat di Neuburg, termasuk keberhasilan mengembangkan power unit Formula 1 pertama Audi dari awal.
Binotto menilai pengalaman Fuhr dalam memahami tantangan teknis sekaligus membangun tim berkinerja tinggi akan menjadi modal penting bagi pengembangan organisasi.
Audi sendiri memiliki ambisi untuk menjadi salah satu pabrikan terbaik di Formula 1.
Sementara itu, Thomas Fuhr mengaku antusias bergabung dengan proyek Formula 1 Audi. Ia ingin melanjutkan pencapaian tim Neuburg dengan menyatukan keahlian dari seluruh organisasi dan membangun fondasi yang memungkinkan Audi bersaing di level tertinggi.
Neuburg Jadi Pusat Pengembangan Power Unit Aud
Penunjukan Fuhr juga mempertegas peran fasilitas Neuburg sebagai pusat pengembangan teknologi Formula 1 Audi.
Audi Formula Racing GmbH didirikan pada 2022 dan beroperasi di fasilitas Audi Neuburg, sekitar 16 kilometer dari kantor pusat AUDI AG di Ingolstadt, Jerman.
Fasilitas tersebut sebelumnya menjadi bagian dari perjalanan Audi di berbagai kompetisi motorsport, mulai dari DTM, Le Mans, Dakar Rally hingga Formula E.
Untuk mendukung program Formula 1, Audi melakukan modernisasi fasilitas dengan menambah bangunan seluas sekitar 3.000 meter persegi, workshop, laboratorium khusus, serta lebih dari 20 fasilitas pengujian mesin dan komponen berteknologi mutakhir.
Menariknya, fasilitas Neuburg juga telah memperoleh sertifikasi lingkungan tiga bintang dari FIA. Predikat tersebut merupakan tingkat tertinggi dalam standar lingkungan yang ditetapkan federasi motorsport dunia.
Sejak 2026, Audi resmi berkompetisi di Formula 1 dengan membawa tim pabrikan sendiri dan menggunakan sistem penggerak hybrid yang dikembangkan di Jerman.
Untuk menjalankan program tersebut, Audi mengintegrasikan operasionalnya melalui tiga lokasi utama.
Neuburg di Jerman menjadi pusat pengembangan power unit, Hinwil di Swiss menangani pengembangan mobil balap dan operasional tim, sedangkan UK Technology Centre di Bicester, Inggris, berperan mendukung akses terhadap talenta serta mitra strategis motorsport.
Melalui penguatan kepemimpinan dan investasi teknologi tersebut, Audi berupaya membangun fondasi kompetitif untuk menghadapi persaingan Formula 1 dalam jangka panjang.
Bagi Audi, keikutsertaan di Formula 1 bukan sekadar ambisi meraih prestasi di lintasan balap. Ajang ini juga menjadi ruang pengembangan inovasi teknologi yang sejalan dengan filosofi perusahaan, Vorsprung durch Technik.