LUMAJANG, (Mtimes) – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh 3,5 kilometer ke arah tenggara, Kamis 5 November 2026 siang. Awan panas guguran terjadi pada pukul 14.06 WIB.
Material vulkanik meluncur dari puncak kawah menuju kawasan Besuk Kobokan. Masyarakat di sekitar kawasan gunung diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi.
Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Lumajang, Dwi Nur Cahyo, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima, jarak luncur awan panas guguran mencapai 3.500 meter.
“Gunung Semeru mengeluarkan awan panas dengan jarak luncur 3.500 meter mengarah ke tenggara,” ujar Dwi, Kamis 5 November 2026. Dwi mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, serta banjir lahar. Ancaman banjir lahar perlu diantisipasi, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
“Kami mengimbau kepada warga agar tidak beraktivitas sejauh 13 kilometer dari puncak. Serta mewaspadai potensi awan panas serta banjir lahar,” kata Dwi.
Hingga saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi petugas dan menghindari kawasan yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik.