Home

Ribuan Nakes & Ratusan Ribu Logistik Medis Siap Tangani Dampak Karhutla

Oleh Amril Amarullah 21 Sep 2026 18:49 WIB Kategori: Breaking

JAKARTA (Mtimes) – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak cepat merespons ancaman kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Guna mengantisipasi dan menangani dampak penurunan kualitas udara yang memicu melonjaknya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), Kemenkes mengerahkan sebanyak 1.898 tenaga kesehatan serta mendistribusikan ratusan ribu bantuan logistik medis ke wilayah terdampak.

Hingga 16 September 2026, tercatat lebih dari 151.000 kasus ISPA tersebar di 7 provinsi dan 63 kabupaten/kota. Menanggapi situasi ini, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan tersebut langsung ke 7 provinsi terdampak karhutla untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat, sekaligus memperkuat jajaran tenaga kesehatan daerah.

“Langkah ini kami ambil untuk mendekatkan pertolongan medis langsung kepada masyarakat terdampak, sekaligus menopang serta memperkuat tenaga kesehatan di daerah yang telah bekerja keras sejak awal,” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati.

Sebagai bentuk dukungan operasional dan penanganan medis di lapangan, Kemenkes hingga 16 September 2026 telah mendistribusikan sejumlah bantuan logistik, meliputi:
• Sebanyak 1.927.554 lembar masker untuk perlindungan harian masyarakat.
• Sebanyak 280 unit mesin pekat oksigen (oxygen concentrator) dan 36 tabung oksigen guna mendukung pasokan oksigen kritis.
• Sebanyak 328 dus makanan tambahan, beserta pasokan obat-obatan dan vitamin penunjang daya tahan tubuh.

Mesin pekat oksigen dan tabung oksigen diprioritaskan untuk memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai wilayah dengan dampak karhutla terparah, di antaranya Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Riau.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan menyeluruh, Kementerian Kesehatan menyiagakan penuh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak, mencakup 1.691 Puskesmas, 360 Rumah Sakit Rujukan, serta 87 Labkesmas untuk penanganan medis cepat dan pengujian kualitas udara. Kemenkes berkomitmen untuk terus mengoptimalkan distribusi logistik medis demi menjaga keselamatan masyarakat.

Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker. Kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini. (adi)