KALBAR, (Mtimes) – Sebanyak 51 individu orang utan berhasil diselamatkan dari kawasan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat. Tim gabungan melakukan evakuasi pada 6 Agustus hingga 10 Oktober 2026.
CEO Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Karmele Llano Sanchez, mengatakan 30 orang utan ditemukan di sekitar perkebunan kelapa sawit PT KALE. Kebakaran menghancurkan habitat mereka hingga membuat sejumlah orang utan mengalami stres, kekurangan gizi, dan gangguan kesehatan.
“Orang utan Lusi terlihat sangat stres dan sangat kurus. Mungkin sudah berapa hari tidak dapat makanan apa pun di hutan yang sudah hancur ini,” ujar Karmele di Ketapang, Senin (19/10).
Dalam operasi terbaru, tim mengevakuasi empat orang utan, yaitu Lusi, Riri, serta induk dan anak bernama Mama Rian dan Rian. Lusi mengalami dehidrasi akut dan memiliki luka terbuka yang diduga akibat gigitan anjing. Sementara itu, Riri ditemukan sendirian di pohon kelapa sawit tanpa induknya. Mama Rian dan Rian juga ditemukan dalam kondisi sangat kurus di kebun warga Desa Riam Berasap.
Analisis citra satelit menunjukkan lebih dari 90 persen kawasan bernilai konservasi tinggi (HCV) PT KALE hangus terbakar pada Agustus hingga September 2026. Padahal, publikasi ilmiah pada 2016 mencatat kawasan tersebut menjadi habitat sekitar 150 orang utan Kalimantan. Tim juga menemukan tengkorak yang diduga milik orang utan pada 8 Oktober dan kini memeriksanya secara forensik. Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, menegaskan perlunya restorasi habitat untuk melindungi populasi orang utan yang tersisa dan mencegah konflik dengan manusia.