Greta Thunberg Soroti Kabut Asap Kalimantan, Ajak Dunia Bantu Korban Karhutla

JAKARTA, (Mtimes) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda Kalimantan tak hanya menyita perhatian masyarakat Indonesia, tetapi juga dunia internasional. Aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, ikut menyoroti krisis ekologis tersebut. Ia mengajak masyarakat global untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan membantu warga yang terdampak.

Melalui akun Instagram pribadinya pada Jumat (16/10), Greta membagikan ulang video dari Emmanuela Shinta, aktivis yang memperjuangkan hak masyarakat adat.

Dalam video tersebut, Shinta mengenakan masker gas di tengah kepungan kabut asap berwarna oranye. Ia juga menegaskan bahwa kebakaran lahan di Kalimantan masih terus berlangsung.

Tak hanya mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, Greta juga mendorong publik internasional untuk berdonasi melalui kampanye Borneo’s Fires and Haze Crisis Fundraising Campaign.

Penyelenggara kampanye berencana menggunakan dana yang terkumpul untuk mendukung operasional pemadam kebakaran, menyediakan posko pengungsian, melindungi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, serta menyelamatkan sisa hutan yang terancam.

Perjalanan Greta Thunberg sebagai Aktivis Iklim

Greta Thunberg lahir di Swedia pada 2003. Ia mulai menarik perhatian publik pada usia 15 tahun ketika melancarkan aksi mogok sekolah di depan Gedung Parlemen Swedia. Melalui gerakan Fridays for Future, Greta menuntut pemerintah mengambil tindakan nyata untuk menghadapi krisis iklim.

Saat itu, Greta duduk di luar gedung parlemen sambil membawa papan kayu bertuliskan Skolstrejk för klimatet, yang berarti “Mogok Sekolah untuk Iklim”. Meski awalnya hanya melakukan aksi seorang diri, langkah tersebut perlahan menarik perhatian media lokal hingga internasional.

Aksi Greta kemudian berkembang menjadi gerakan iklim global yang melibatkan jutaan pelajar di berbagai negara. Mereka turun ke jalan untuk mendesak para pemimpin dunia mengambil langkah nyata dalam mengatasi perubahan iklim.

Pidato Greta di KTT Iklim PBB

Greta juga dikenal karena pidatonya yang tegas dalam KTT Aksi Iklim PBB pada 2019. Saat itu, ia melontarkan kritik keras kepada para pemimpin dunia yang dinilainya gagal mengambil tindakan memadai untuk mengatasi krisis iklim.

Salah satu pernyataannya yang paling dikenang berbunyi, “You have stolen my dreams and my childhood with your empty words… How dare you!” atau “Kalian telah merampas mimpi dan masa kecilku dengan kata-kata kosong kalian. Beraninya kalian!”

Pidato tersebut semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu suara paling vokal dalam gerakan iklim dunia.

Pada 2019, majalah TIME menobatkan Greta sebagai Person of the Year. Saat itu, ia menjadi individu termuda yang menerima penghargaan tersebut sejak majalah itu pertama kali memberikannya pada 1927. Pengakuan tersebut menempatkan Greta di antara tokoh-tokoh dunia yang berpengaruh dalam isu lingkungan dan perubahan iklim.

Tagging :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *