Home

Pramono Luncurkan Duta Antihoaks Jakarta 2026, Libatkan 356 Pelajar dari 110 SMA

Oleh Yudi Purwanto 02 Nov 2026 12:49 WIB Kategori: Aheadline

JAKARTA, (Mtimes) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluncurkan program Duta Antihoaks Jakarta 2026. Program ini melibatkan 356 pelajar SMA dari 110 sekolah di Jakarta untuk membantu memerangi penyebaran informasi bohong atau hoaks.

Pramono menyebut program tersebut sebagai yang pertama di Indonesia. Dia berharap keterlibatan generasi muda bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah informasi yang beredar di ruang digital.

“Saya terus terang gembira dengan acara ini karena ini adalah mungkin yang pertama kali ada Duta Antihoaks di Republik Indonesia ini. Apalagi sebagai dutanya adalah pelajar-pelajar kita,” kata Pramono dalam acara penganugerahan Duta Antihoaks Jakarta 2026 di Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2026).

Menurut Pramono, hoaks menjadi tantangan bagi banyak negara, bukan hanya Indonesia. Karena itu, dia menilai generasi muda perlu memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah percaya atau ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Pemprov DKI Jakarta sebenarnya telah menjalankan program Jakarta Lawan Hoaks (Jalahoaks) melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik). Namun, Pramono menilai pemerintah membutuhkan keterlibatan aktif anak muda agar upaya tersebut menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Maka untuk itu Pemerintah DKI Jakarta ingin melibatkan Saudara-saudari sekalian secara proaktif,” ujarnya.

Selain mengajak anak muda, Pramono juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan transparansi pemerintah untuk mencegah munculnya informasi yang bias. Dia mencontohkan kebiasaannya yang selalu menghindari wawancara secara off the record.

Menurutnya, pemerintah perlu menyampaikan informasi secara terbuka agar masyarakat tidak salah memahami kebijakan. Pramono juga menyebut Pemprov DKI rutin menyampaikan laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kepada publik setiap semester.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan 356 pelajar mendaftar program Duta Antihoaks Jakarta 2026 sejak Juli 2026. Mereka berasal dari 110 SMA di Jakarta.

“Pesertanya 356 dari 110 SMA yang ada di Jakarta,” kata Marulina.

Marulina menjelaskan panitia menjalankan proses seleksi selama empat bulan. Dari ratusan pendaftar, panitia memilih 50 pelajar untuk mengikuti pelatihan atau in-house training. Seleksi kemudian berlanjut hingga menghasilkan 10 finalis.

Selanjutnya, para finalis mendapat pembekalan dan menyusun proyek kampanye literasi digital. Mereka kemudian mempresentasikan proyek tersebut di hadapan dewan juri yang terdiri dari unsur Pemprov DKI, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta praktisi dan pegiat konten.

Dari proses seleksi tersebut, panitia menetapkan Winda dan Ibrahim sebagai Duta Antihoaks Jakarta 2026.

Marulina mengatakan kedua duta akan menjalankan sejumlah program selama satu tahun ke depan. Mereka akan menggelar edukasi antihoaks ke sekolah-sekolah, menjalankan kampanye digital setiap bulan, serta membentuk agen antihoaks di lingkungan sekolah.

“Nanti mereka akan pergi juga ke sekolah-sekolah, mengunjungi sekolah untuk memberikan edukasi interaktif bersama Diskominfotik dan juga Komdigi RI,” ujarnya.

Selain itu, kedua duta akan mengembangkan kampanye edukasi berdasarkan isu-isu Jakarta. Pemprov DKI juga akan mengukur perubahan perilaku masyarakat setelah program tersebut berjalan.