Tinjau Anak Kali Krukut, Pramono Siapkan Penataan 2,3 Km dan Target Rampung 2028
JAKARTA (Mtimes) – Penanganan Anak Kali Krukut di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, tidak berhenti pada pengerukan sedimentasi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan penataan kawasan terpadu sepanjang sekitar 2,3 kilometer yang mencakup pembangunan turap, pembenahan MCK komunal, hingga penghijauan bantaran.
Rencana tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Senin (28/9/2026).
Menurut Pramono, penanganan aliran sungai perlu dilakukan secara menyeluruh. Pengerukan sedimentasi dinilai tidak akan memberikan hasil optimal apabila persoalan lingkungan dan kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai tidak ikut dibenahi.
“Kami meminta kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran agar tidak membuang sampah ke sungai. Percuma kita lakukan perbaikan jika kebiasaan membuang sampah masih ada, karena hal itu akan membuat sungai cepat tersumbat kembali,” ujar Pramono.

Pengerukan Dibagi Lima Segmen
Anak Kali Krukut yang ditangani Pemprov DKI memiliki panjang keseluruhan 2.315 meter dan melintasi tiga kelurahan, yakni Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali.
Pengerjaan dibagi menjadi lima segmen dengan mempertimbangkan kondisi di masing-masing lokasi. Progres pengerjaan paling jauh berada di Segmen 1C, yang membentang dari Jalan Jati Bunder hingga Jalan Lontar Raya.
Pengerukan di lokasi tersebut telah mencapai 376 meter dari total 390 meter. Material yang telah diangkat mencapai sekitar 2.494,2 meter kubik.
Sementara itu, pengerukan di Segmen 1B, dari Jembatan Rel hingga Jalan Jati Bunder, baru mencapai 91 meter dari total 345 meter. Volume material yang telah diangkat sekitar 236 meter kubik.
Pengerjaan di segmen tersebut menghadapi tantangan karena kawasan permukiman yang padat. Kondisi itu membuat mobilisasi alat berat terbatas sehingga sebagian material harus diangkut secara manual.
“Di sini kawasan sangat padat, sehingga mobilisasi alat berat sulit dan sebagian pengangkutan harus dilakukan secara manual,” kata Pramono.

Segmen 1A hingga 3 Masih Berproses
Untuk Segmen 1A sepanjang 270 meter, pengerukan belum dilakukan karena masih terdapat bangunan di sisi jalan dan menunggu penataan kawasan. Meski demikian, perbaikan turap sepanjang 270 meter di segmen tersebut telah dilakukan pada 2025.
Kemudian di Segmen 2, pengerukan baru mencapai 35 meter dari total 430 meter. Proses pengepukan dilakukan secara estafet dan belum memasuki tahap loading.
Sedangkan Segmen 3, yang membentang dari Blok G Pasar Tanah Abang hingga Jalan Jatibaru sepanjang 880 meter, masih dalam tahap perencanaan.
Keterbatasan akses alat berat dan area loading menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan metode penanganan di segmen tersebut.
“Di Segmen 2, pengerukan baru mencapai 35 meter dari 430 meter, di mana proses pengepukan dilakukan secara estafet dan belum masuk tahap loading. Untuk Segmen 3, dari Blok G Pasar Tanah Abang sampai Jalan Jatibaru sepanjang 880 meter, penanganannya masih dalam proses perencanaan karena akses alat dan loading terbatas,” ujar Pramono.
Bukan Penggusuran
Melihat kondisi kawasan di sepanjang Anak Kali Krukut, Pemprov DKI Jakarta berencana mengembangkan penanganan menjadi penataan kawasan terpadu. Rencananya mencakup pembangunan turap, pembenahan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) komunal, serta penghijauan di sepanjang bantaran sungai.
Pramono mengatakan penataan tersebut akan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat yang telah lama tinggal dan mencari nafkah di kawasan tersebut. “Kami tidak melakukan penggusuran karena masyarakat rata-rata sudah tinggal puluhan tahun dan mencari nafkah di kawasan ini,” kata dia.
Menurut Pramono, pemerintah akan lebih dulu membenahi fasilitas penunjang agar lingkungan menjadi lebih layak, bersih, dan sehat. “Yang kita lakukan adalah merapikan fasilitas penunjang seperti MCK agar lebih layak dan bersih, sehingga lingkungannya tertata dengan sehat,” ujarnya.
Ditargetkan Mulai 2027, Rampung 2028
Untuk memastikan rencana tersebut berjalan, Pramono meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta segera mempresentasikan rancangan teknis penataan kawasan.
Presentasi tersebut ditargetkan dilakukan pada pekan depan.
Setelah perencanaan dan aspek regulasi disiapkan, pekerjaan fisik kawasan ditargetkan mulai awal 2027 dan diharapkan selesai pada 2028.
“Hari ini saya sengaja datang kembali ke Anak Kali Krukut, dan saya memutuskan bahwa penanganan ini tidak bisa lagi hanya sekadar menggali lumpur. Kita akan menata ini menjadi kawasan terpadu sepanjang 2,3 kilometer secara matang, termasuk pembangunan turap, penataan MCK komunal yang lebih baik, serta penghijauan di sepanjang bantaran,” tutur Pramono.
Dengan konsep tersebut, penanganan Anak Kali Krukut diarahkan tidak hanya untuk memperlancar aliran air, tetapi juga memperbaiki kualitas lingkungan dan fasilitas dasar masyarakat di sepanjang bantaran. (hel)

