Home

Google Perluas Iklan Berbasis AI, Pertumbuhan Pendapatan Search Mulai Melambat

Oleh Yudi Purwanto 03 Nov 2026 06:13 WIB Kategori: Aheadline

JAKARTA, (Mtimes) – Google terus menggenjot pengembangan kecerdasan buatan (AI) melalui berbagai produk dan fitur baru. Namun, di tengah ekspansi tersebut, pertumbuhan pendapatan mesin pencari Google Search justru mulai melambat.

Selama bertahun-tahun, Google mengandalkan mesin pencari sebagai salah satu sumber utama pendapatannya. Akan tetapi, dalam tiga kuartal terakhir, laju pertumbuhan Google Search menunjukkan perlambatan.

Pada kuartal III 2026, pendapatan Google Search tumbuh 12%. Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada kuartal I dan II yang masing-masing mencapai 19% dan 17%.

Di tengah perlambatan tersebut, Google justru memperluas jangkauan iklan berbasis AI. Perusahaan mulai menghadirkan iklan di fitur AI Overviews untuk lebih banyak pengguna di pasar internasional. Google juga memperluas iklan multi-turn dan Mode AI di Amerika Serikat.

“Kami sekarang memperluas jangkauan iklan berkualitas tinggi pada AI Overviews dalam Mode AI kepada lebih banyak pengguna dan kueri,” kata Chief Business Officer Google, Philipp Schindler, dikutip dari Yahoo Finance, Senin (2/11/2026).

Schindler mengklaim format iklan terbaru Google menunjukkan hasil awal yang positif. Menurutnya, tingkat klik atau click-through rate (CTR) pada produk bersponsor di Mode AI sudah sebanding dengan iklan yang muncul dalam daftar hasil pencarian organik.

Google juga menyebut hasil riset internal menunjukkan pengguna menganggap iklan tersebut relevan dengan kebutuhan mereka.

Sementara itu, CEO Google Sundar Pichai mengatakan pengguna semakin sering memanfaatkan fitur AI untuk melakukan pencarian. Perubahan ini turut memengaruhi pola penggunaan Google Search.

Salah satu perubahannya terlihat dari munculnya kueri pencarian yang lebih panjang dan kompleks dibandingkan pencarian tradisional. Secara global, satu dari lima pencarian melalui Mode AI berkaitan dengan suara, gambar, atau dokumen.

Selain itu, Google mencatat pencarian visual telah melampaui 50 miliar pencarian setiap bulan.

Pichai juga menyebut pertumbuhan Google Search berlangsung pesat selama lima tahun terakhir, meski dia tidak merinci angka pertumbuhannya.

“Search menghadirkan manfaat AI kepada lebih banyak orang dibandingkan produk lain mana pun di dunia,” ujar Pichai kepada para investor.

Di sisi keuangan, Google membukukan pendapatan sebesar US$127,6 miliar atau sekitar Rp2.316 triliun pada kuartal III 2026. Angka tersebut meningkat 25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.