Berawal dari Review Google Maps, Pemuda Asal Gresik Wakili Indonesia di Forum Dunia

GRESIK (Mtimes) – Hobi jalan-jalan dan berburu kuliner membawa Andhyka Dwi Hari Sakti melangkah lebih jauh dari yang ia bayangkan. Pemuda asal Gresik, Jawa Timur, itu terpilih mewakili Indonesia dalam forum Google Local Guides Connect Live 2026 di Singapura.

Andhyka mengaku tak pernah menyangka kebiasaan sederhana mengisi ulasan di Google Maps bisa membawanya sampai ke forum internasional. Baginya, semua bermula dari rasa penasaran ketika menemukan tempat baru, mencicipi makanan, lalu membagikan pengalamannya kepada pengguna lain.

Forum Google Local Guides Connect Live 2026 menjadi pertemuan tahunan para kontributor Local Guides dari berbagai negara. Dalam agenda tersebut, Andhyka bertemu dengan anggota komunitas dari berbagai penjuru dunia pada Rabu (29/7/2026) hingga Sabtu (1/8/2026).

Dari Hobi Jalan-Jalan hingga Mengenal Local Guides

Andhyka mulai aktif menambahkan informasi mengenai tempat-tempat yang ia temui di Google Maps sejak 2018. Saat itu, ia masih menjadi mahasiswa Jurusan Manajemen di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA).

Awalnya, ia hanya ingin berbagi informasi dari tempat yang ia kunjungi. Tidak ada ajakan khusus atau dorongan dari pihak lain. Rasa penasaran menjadi pintu, sementara keinginan berbagi menjadi langkah berikutnya.

“Jadi awalnya bukan karena diajak seseorang secara khusus, tetapi lebih karena rasa penasaran dan keinginan untuk memberikan kontribusi,” ucap Andhyka.

Kebiasaan itu kemudian mempertemukannya dengan komunitas Surabaya Raya Local Guides. Ia mengenal komunitas tersebut pada 2025, ketika Surabaya menjadi tuan rumah agenda rutin tahunan Meet Up Nusantara ke-4.

Agenda itu mempertemukan para kontributor Local Guides dari berbagai daerah di Indonesia. Dari pertemuan tersebut, Andhyka mulai mengenal Local Guides lebih jauh, termasuk Local Guides Connect dan berbagai kegiatan komunitas.

“Dari situ saya akhirnya mendalami Local Guides lebih jauh, termasuk Local Guides Connect dan berbagai kegiatan komunitas,” kata Andhyka.

Menurut Andhyka, siapa pun dapat berkontribusi sebagai Local Guides. Pengguna bisa memberikan ulasan, mengunggah foto dan video, menjawab pertanyaan mengenai suatu tempat, hingga mengoreksi informasi yang kurang tepat.

Bukan Sekadar Poin, tetapi Soal Manfaat

Bagi Andhyka, menjadi Local Guides bukan sekadar mengumpulkan poin atau mengejar level. Ia ingin informasi yang ia bagikan benar-benar membantu orang lain.

Kebiasaan tersebut juga menjadi pilihannya untuk berbagi pengalaman. Jika sebagian orang menuangkan perjalanan melalui media sosial, Andhyka memilih Google Maps sebagai tempat berbagi cerita sekaligus informasi.

Dalam perjalanan mengeksplorasi berbagai tempat, ia bertemu dengan orang-orang dari latar belakang yang beragam. Dari sana, ia juga belajar bahwa informasi sederhana bisa memiliki manfaat besar ketika sampai kepada orang yang tepat.

“Bagi saya, kontribusi kecil seperti memberikan foto yang jelas atau informasi yang akurat tentang suatu tempat ternyata bisa membantu orang lain ketika mereka sedang mencari lokasi tersebut,” ucapnya.

Karena itu, Andhyka merasa perlu menjaga informasi yang ia berikan tetap akurat, relevan, dan berdasarkan pengalaman nyata. Sebab, informasi tersebut bisa menjadi rujukan bagi orang lain ketika hendak mendatangi sebuah tempat.

“Saya sadar tugas ini bukan sekadar mengejar level atau poin, tetapi bagaimana informasi yang saya berikan benar-benar bisa bermanfaat bagi pengguna Google Maps lainnya,” ucapnya.

Di tengah aktivitas tersebut, Andhyka juga harus membagi waktu antara pekerjaan dan kegiatan organisasi. Apalagi, aktivitas Local Guides ia jalani secara sukarela.

Meski terkadang melelahkan, ia justru mendapatkan pengalaman yang tidak sedikit. Ia belajar beradaptasi, berkomunikasi, menghargai perbedaan perspektif, hingga bekerja sama dengan orang-orang dari latar belakang yang beragam.

“Saya bisa beradaptasi dengan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda dan dari situ saya belajar bagaimana berkomunikasi dengan lebih baik, menghargai perspektif orang lain, dan bekerja sama dengan komunitas,” jelasnya.

Dari Sekitar 8 Ribu Poin hingga Singapura

Konsistensi Andhyka akhirnya membawanya ke panggung yang lebih luas. Akun Local Guides miliknya telah mencapai sekitar 8 ribu poin kontribusi.

Ia kemudian terpilih menjadi satu dari 15 delegasi asal Indonesia dalam Google Local Guides Connect Live 2026 di Singapura.

Bagi Andhyka, kesempatan tersebut terasa seperti perjalanan panjang yang bermula dari langkah kecil. Apa yang awalnya hanya ia lakukan karena hobi ternyata membuka pintu menuju pengalaman internasional.

“Bagi saya, pencapaian tersebut bukan hanya tentang terpilihnya saya sebagai delegasi, tetapi juga menjadi bukti bahwa kontribusi yang awalnya saya lakukan secara sederhana ternyata bisa membuka kesempatan yang jauh lebih besar,” ujar pemuda asal Gresik itu.

Membawa Potensi Gresik ke Peta Digital

Setelah mengikuti Google Local Guides Connect Live 2026 di Singapura, semangat Andhyka untuk berkontribusi semakin besar.

Alumnus UNUSA itu ingin mengenalkan lebih banyak potensi daerah tempat tinggalnya di Gresik melalui informasi yang tersedia di Google Maps.

Ia tidak hanya ingin mengangkat destinasi wisata. Produk lokal dan lokasi usaha juga menjadi perhatian. Menurutnya, informasi yang lengkap dan akurat dapat membantu pengguna menemukan tempat yang mereka butuhkan sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk lebih mudah ditemukan.

“Pengalaman tersebut semakin mengajarkan saya bahwa kita tidak pernah tahu ke mana sebuah kontribusi kecil akan membawa kita. Yang penting adalah konsisten, terus belajar, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” kata Andhyka.

Dari Gresik menuju Singapura, perjalanan Andhyka menunjukkan bahwa kontribusi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, cukup dengan berbagi foto, menulis ulasan, atau meluruskan informasi yang keliru.

Satu ulasan mungkin terlihat kecil di layar. Namun, bagi seseorang yang sedang mencari tempat makan, toko, wisata, atau alamat usaha, informasi itu bisa menjadi petunjuk penting sebelum melangkah.

Penulis: Laili Nur Khoirunnisa

Tagging :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *