Home

Komisi E DPRD DKI Apresiasi Sekolah Paket, Warga Putus Sekolah Bisa Kembali Belajar

Oleh Helmi 05 Nov 2026 11:39 WIB Kategori: Edukasi

JAKARTA (Mtimes) – Kesempatan untuk mengenyam pendidikan tidak mengenal batas usia. Hal ini terlihat dari program sekolah paket yang dijalankan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta untuk memberikan kesempatan kedua bagi warga yang belum menuntaskan pendidikan formal.

Program pendidikan kesetaraan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki. Menurutnya, keberadaan sekolah paket menjadi solusi bagi masyarakat yang terpaksa putus sekolah agar tetap bisa melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah melalui jalur nonformal.

Subki menilai, akses pendidikan bagi warga yang belum menyelesaikan sekolah formal merupakan persoalan yang tidak boleh luput dari perhatian pemerintah.

“Ini adalah bagian yang tidak boleh diabaikan. Bahwa ada anak-anak kita yang belum selesai sekolahnya, itu banyak,” ujar Subki, Kamis (5/11/2026).

Ia secara khusus menyoroti pelaksanaan program sekolah paket oleh Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat di kawasan Tamansari. Program tersebut memanfaatkan ruang kelas di sekolah negeri setelah kegiatan belajar mengajar reguler selesai.

Dengan pola tersebut, fasilitas pendidikan yang tersedia dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat. Warga yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan formal bisa kembali belajar tanpa harus mengganggu kegiatan sekolah reguler.

Menariknya, peserta program sekolah paket tersebut tidak hanya berasal dari kalangan anak-anak atau remaja. Subki mengungkapkan, terdapat pula peserta berusia sekitar 60 tahun yang tetap memiliki semangat untuk menuntaskan pendidikan.

“Jadi anak-anak itu sekolah paket di sekolah negeri. Ketika anak-anaknya sudah pulang, masuklah mereka yang sekolah paket. Bahkan waktu itu ada yang umurnya sudah 60 tahun. Masih ikut sekolah paket. Jadi saya sangat mengapresiasi program itu,” ungkapnya.

Bagi Subki, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap pendidikan tetap ada di berbagai kelompok usia. Karena itu, program pendidikan kesetaraan perlu terus dikembangkan agar semakin banyak warga mendapatkan kesempatan menyelesaikan pendidikan yang sempat terhenti.

Dorong Penguatan Pendidikan Karakter

Selain mengapresiasi program sekolah paket, Subki juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter bagi anak-anak melalui keterlibatan orang tua.

Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada di lingkungan sekolah. Keluarga juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, sikap, dan perilaku anak sejak dini.

Hal tersebut, menurutnya, telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, yang turut memuat kewajiban orang tua dalam mendukung proses pendidikan.

Karena itu, Subki meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta segera mengkaji bentuk implementasi ketentuan tersebut agar dapat diterapkan secara lebih luas.

Ia menilai, sinergi antara sekolah dan keluarga diperlukan agar pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademis, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter dan perilaku baik.

“Sebab semakin hari semakin nyata kebutuhan kita akan karakter-karakter yang lebih baik,” tandasnya.