JAKARTA (Mtimes) – Skandal penyadapan ilegal (illegal tapping) terus menjadi perhatian publik karena menargetkan Presiden Prabowo Subianto. Terbaru, Eks Kapolri Jenderal (Purn) Listyo Sigit Prabowo diduga mendapatkan bantuan dari seorang ketua umum partai politik yang dekat dengan Solo.
Host Obor Rakyat Reborn, Setiyardi Budiono dalam sebuah tayangan video yang beredar luas di media sosial membeberkan, para penyidik kepolisian sejatinya telah mengantongi jejak sang ketum parpol yang bermanuver di belakang layar.
“Obor Rakyat mendapatkan informasi valid dari beberapa narasumber bahwa ada seorang ketua umum partai terlibat dalam kasus penyadapan kepada Presiden Prabowo,” ungkap Setiyardi dikutip Kamis (5/11/2026).
Secara blak-blakan, ia mengungkap kronologi malam penangkapan para tersangka. Menurutnya, sekitar tiga jam sebelum aparat penegak hukum bergerak melakukan penangkapan, sang ketum parpol tertangkap radar intelijen tengah menggelar rapat koordinasi bersama belasan jenderal, termasuk para tersangka, di Widya Chandra, Jakarta.
“Penyidik sudah tahu sebetulnya rapat ini kerap dilakukan. Si ketua umum partai ini kerap hadir dalam rapat koordinasi tersebut,” ungkapnya.
Kendati menolak menyebutkan nama terang sang tokoh dengan dalih menghormati wewenang penyidikan, ia melemparkan sejumlah kisi-kisi atau blind item yang sangat spesifik dan memantik spekulasi liar.
“Pertama, ketua umum partai ini dikenal sangat dekat dengan Solo. Sangat dekat. Agak norak. Yang kedua, ketua umum partai ini hidupnya penuh dengan kontroversi,” bocornya.
Rumor panas mengenai aktor politik di balik layar ini menambah kelam konstruksi kasus yang saat ini tengah digarap oleh Mabes Polri. Tentu saja kabar itu langsung mengarah ke berbagai nama penting di dunia politik meski tidak ada yang berani menyebut secara terbuka nama ketua partai itu.
Yang menarik, politisi Golkar langsung bersuara menanggapi isu itu. Mereka mengatakan bahwa Ketua Umum partai itu, Bahlil Lahadalia justru termasuk yang menjadi sasaran penyadapan. Penjelasan itu seakan sebagai bantahan bahwa Bahlil ikut terlibat dalam konspirasi penyadapan itu
“Ya Ketua umum Golkar juga korban penyadapan. Paling enggak ada enam atau tujuh Ketum Parpol disadap,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji dikutip, Kamis (05/11/2026).
Menurut Sarmuji, penyadapan yang dilakukan Listyo cs telah melanggar aturan dan hak asasi manusia. Dia memastikan Partai Golkar akan memberikan respons. Namun, menurut dia, semua keputusan tergantung pada komunikasi politik antarfraksi di DPR.
“Kita tunggu prosesnya nanti seperti apa,” ujar Sarmuji. “Sekarang [DPR] masih reses.”
Bahlil sendiri dikenal sebagai ketua partai yang sangat dekat dengan Jokowi. Keberhasilannya menggulingkan Airlangga Hartarto dari kursi ketua umum Golkar pada 2023 tidak lepas dari dukungan Jokowi. Makanya, tak lama setelah Bahlil diangkat sebagai menteri di era Kabinet Prabowo, ia langusng sowan ke Solo mengucapkan terimakasih.