Kebiasaan Minum Kopi di Pagi Hari Bisa Merangsang BAB, Benarkah?
JAKARTA (Mtimes) – Kebiasaan meminum kopi di pagi hari atau di sela-sela pekerjaan telah menjadi rutinitas bagi sebagian besar masyarakat. Tidak hanya untuk mengusir kantuk, kebiasaan ngopi ternyata menyimpan sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh.
Sebuah penelitian dari University of California, Irvine (UCI) Health, Amerika Serikat mengatakan, waktu efektif untuk minum kopi jika ingin merangsang buang air besar adalah pada pagi hari, terutama saat atau setelah sarapan.
Dokter spesialis gastroenterology, Kiran Sachdev M.D, dikutip dari laporan EatingWell, Rabu (23/9/2026), Sachdev menjelaskan bahwa efek kopi terhadap sistem pencernaan berkaitan dengan mekanisme alami tubuh yang disebut refleks gastrokolik. Mekanisme tersebut berupa kontraksi pada otot saluran pencernaan yang membantu mendorong feses menuju rektum.
Refleks gastrokolik secara alami lebih aktif pada pagi hari setelah saluran pencernaan beristirahat sepanjang malam. Kondisi tersebut membuat tubuh lebih siap melakukan proses buang air besar. Kopi kemudian dapat memberikan rangsangan tambahan melalui kandungan kafein dan senyawa alami di dalamnya yang dapat meningkatkan aktivitas saluran pencernaan.
Meski demikian, dikutip dari laporan EatingWell, Sachdev mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi kopi dalam kondisi perut kosong. Kopi disarankan diminum bersamaan dengan makanan atau segera setelah sarapan agar lebih nyaman bagi sistem pencernaan.
Sarapan yang disertai makanan berserat dan asupan cairan yang cukup agar dapat membantu mendukung fungsi dari adanya saluran pencernaan. Namun, kopi sebaiknya tidak dijadikan salah satu obat untuk mengatasi sembelit pada tubuh. Asupan air yang cukup, konsumsi sayur dan buah berserat, serta aktivitas fisik secara rutin tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan kelancaran sistem pencernaan.
Manfaat Lain Minum Kopi
Sementara itu dilansir dari Halodoc, kandungan antioksidan dalam biji kopi dapat membantu melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis, seperti kanker dan jantung. Dikutip dari Journal of American Medical Association, kopi juga dapat membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL), sehingga baik untuk kesehatan jantung.
Manfaat lain yang dirasakan adalah meningkatnya fokus dan energi. Kafein dalam kopi bekerja merangsang sistem saraf pusat sehingga membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi saat beraktivitas.
Namun, manfaat tersebut hanya didapat jika dikonsumsi dengan cara yang tepat. Ahli menyarankan untuk mengonsumsi kopi hitam tanpa tambahan gula, krimer, atau pemanis berlebihan. Batasan konsumsi yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah sekitar 2-4 cangkir per hari atau setara 400 mg kafein.
Selain untuk jantung, kebiasaan ngopi juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit lain. Menurut data dari National Institutes of Health, rutin minum kopi hitam dua hingga tiga cangkir per hari dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit kronis sebesar 10 persen. Bahkan, kandungan alami dalam kopi juga berperan dalam menurunkan risiko diabetes tipe 2 karena dapat membantu menjaga sensitivitas insulin dan fungsi sel pankreas.
Tidak hanya kesehatan fisik, kopi juga bermanfaat bagi kesehatan mental. Beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi kopi dalam batas wajar dapat menurunkan risiko depresi hingga 8 persen per cangkir per hari, serta membantu melindungi otak dari gangguan neurodegeneratif seperti demensia dan Alzheimer.
Hal ini karena kafein dapat meningkatkan kadar neurotransmitter seperti dopamin yang mengatur tingkat energi dan suasana hati. Dengan porsi yang wajar, kebiasaan ngopi dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat untuk menjaga produktivitas dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. (Alvuza Faturrahman)

