Kemenhub Kerahkan Kapal KN Kunyit Evakuasi Korban KMP Virgo Transport 8

JAKARTA (Mtimes) – Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin, Hary Bowo Seno Putro menyatakan, Kementerian Perhubungan siap mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian (KN) Kunyit membawa reefer container (kontainer berpendingin) dalam operasi SAR KMP Virgo Transport 8 guna mendukung evakuasi dan penanganan jenazah korban.

“Dengan dikerahkannya kembali KN Kunyit, dukungan Kementerian Perhubungan dalam operasi ini semakin diperkuat, khususnya dalam kesiapan penanganan korban dan dukungan logistik di lokasi kejadian,” kata Hary Bowo Seno Putro terkonfirmasi Antaranews di Jakarta, Jumat.

Memasuki hari ke-12, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus mengoptimalkan dukungan serta pengerahan armada dan personel dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan terhadap insiden KMP Virgo Transport 8 di Perairan Laut Jawa.

Salah satunya dengan mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin yang mengangkut Reefer Container menuju Ring 1 area operasi untuk mendukung penanganan dan penyimpanan sementara jenazah hasil evakuasi.

Ia menyampaikan fokus utama operasi SAR pada hari ke-12 ini diprioritaskan pada penyelaman ke dalam badan kapal untuk mencari dan mengevakuasi korban yang diperkirakan masih terjebak serta menegaskan komitmen penuh jajarannya dalam memberikan dukungan pada Operasi SAR Gabungan tersebut.

Dia juga menjelaskan armada pendukung Ditjen Perhubungan Laut lainnya telah beroperasi aktif di lokasi kejadian sejak awal operasi.

Kapal-kapal Direktorat Jenderal Perhubungan Laut lainnya, seperti KN Miang Besar dari Distrik Tipe A Kelas I Samarinda dan KN Grantin P.211 dari Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak, telah berada di lokasi kejadian untuk menyokong logistik, mobilisasi, dan skema evakuasi jalur laut menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

“Kapal KN Miang Besar dan KN Grantin P.211 terus siaga di lokasi untuk mendukung evakuasi korban, logistik, dan kebutuhan operasional SAR. Bersama KN SAR Wisanggeni dan KP Orca, kapal-kapal ini menjadi pilar utama skema evakuasi jalur laut menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin,” ujarnya.

Selain itu, seluruh jajaran teknis di lapangan, baik KSOP, KPLP, maupun Distrik Navigasi Banjarmasin, diinstruksikan untuk memperkuat koordinasi, menjaga kelancaran alur evakuasi, serta terus bersinergi erat dengan Basarnas, TNI AL, TNI AU, Polri, dan seluruh potensi SAR yang terlibat.

“Prioritas utama adalah pencarian korban dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel di lapangan,” katanya.

Tagging :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *