Gandeng BPBD DKI, Lapas Narkotika Jakarta Latih Pegawai dan Warga Binaan Hadapi Gempa
JAKARTA (Mtimes) — Lapas Narkotika Jakarta bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk meningkatkan kesiapan menghadapi risiko gempa bumi. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan mitigasi yang melibatkan pegawai dan warga binaan.
Kepala Lapas Narkotika Jakarta Aliandra Harahap mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga pengalaman praktis melalui penggunaan simulator gempa.
“Melalui pelatihan bersama BPBD DKI Jakarta dan pengalaman langsung menggunakan simulator gempa, kami ingin seluruh pegawai dan warga binaan memiliki pemahaman serta kesiapan untuk menyelamatkan diri dan membantu orang lain dalam situasi darurat,” kata Kepala Lapas Narkotika Jakarta Aliandra Harahap dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Materi pelatihan mencakup berbagai tindakan mitigasi yang perlu dilakukan sebelum bencana terjadi, saat gempa berlangsung, hingga langkah yang harus ditempuh setelah guncangan berakhir.
Aliandra menjelaskan kegiatan tersebut menggunakan dua pendekatan, yakni pemberian materi secara langsung serta praktik dengan mobil simulator gempa bumi.
Melalui fasilitas simulator itu, peserta dapat merasakan sensasi guncangan seperti kondisi gempa sebenarnya. Pengalaman tersebut diharapkan membantu peserta memahami cara melakukan penyelamatan diri secara tepat ketika menghadapi situasi darurat.
“Kesiapsiagaan bukan hanya soal memahami teori, tetapi bagaimana kita mampu bertindak dengan tepat ketika bencana benar-benar terjadi,” ujar Aliandra.
Pegawai dan warga binaan yang mengikuti kegiatan memperoleh pembekalan mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika gempa terjadi. Materi tersebut antara lain berkaitan dengan menjaga ketenangan, melindungi diri, mengetahui lokasi aman, serta mengikuti prosedur evakuasi.
“Mulai dari menjaga ketenangan, melindungi diri, mengenali titik aman, hingga mengikuti prosedur evakuasi,” tutur Aliandra.
Menurut dia, kemampuan menghadapi bencana perlu dimiliki seluruh unsur yang berada di lingkungan pemasyarakatan. Kesiapan tersebut penting untuk mengurangi risiko ketika terjadi kondisi darurat.
Pelaksanaan pelatihan bersama BPBD DKI Jakarta sekaligus menjadi bagian dari langkah Lapas Narkotika Jakarta membangun budaya sadar dan siap bencana di lingkungan satuan kerja.
Aliandra berharap kerja sama tersebut dapat membekali pegawai dan warga binaan dengan pengetahuan serta keterampilan yang cukup sehingga mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat. (adi)

