Ramai-Ramai Parpol Dukung Prabowo Maju Pilpres 2029, Gibran Dicuekin

JAKARTA (Mtimes) – Pemerintahan Prabowo-Gibran genap baru berusia 2 tahun, tetapi peta politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai memanas setelah sejumlah partai politik besar secara resmi menyatakan dukungan dini agar Presiden Prabowo Subianto kembali maju untuk periode kedua. Fenomena ini dinilai oleh para pengamat sebagai strategi loyalitas parpol untuk mengamankan posisi di pemerintahan kabinet saat ini.

Hingga saat ini, di luar Partai Gerindra yang dipimpin langsung oleh Prabowo, ada tiga partai besar di parlemen yang telah menegaskan sikap resmi mereka untuk mengusung kembali sang Presiden di Pilpres 2029. Tiga partai besar secara terangan-terangan menyatakan dukuangnnya terhadap Prabowo Subianto yakni, Partai Golkar yang menegaskan bahwa posisi resmi partai sejak akhir tahun 2024 sudah mengunci nama Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Pernyataan ini diperkuat kembali oleh Wakil Ketua Umum Golkar, Ahmad Doli Kurnia.

Lalu, Partai Amanat Nasional (PAN) yang menyatakan komitmen penuh untuk terus berjalan bersama Prabowo. Dukungan ini dikonfirmasi oleh Waketum PAN Viva Yoga Mauladi yang menyebutkan keputusan ini telah mengakar sejak Rakernas PAN tahun 2025, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui Waketum Faisol Riza, PKB menyatakan dukungan “100 hingga 1.000 persen” karena menganggap Prabowo sangat layak memimpin Indonesia selama dua periode.

Sebaliknya, tiga partai besar lainnya yang tergabung dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini memilih belum bersikap dan menegaskan ingin fokus mengawal program prioritas pemerintah yang sedang berjalan.

Partai Demokrat, Kepala Badan Komunikasi Strategis Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menjelaskan bahwa mereka belum membahas Pilpres 2029. Saat ini, Ketua Umum mereka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), masih fokus bertugas sebagai Menko IPK.

PKS (Partai Keadilan Sejahtera): Sekjen PKS, Muhammad Kholid, menyatakan bahwa urusan capres merupakan ranah keputusan Majelis Syuro yang hingga saat ini belum menetapkan pilihan politik apa pun untuk 2029. Senada dengan yang lain, Sekjen NasDem Hermawi Taslim menyatakan bahwa dinamika dukungan baru akan resmi digodok setelah tahapan Pemilu dan Pilpres 2029 dimulai.

Meskipun dukungan untuk capres mengalir deras ke Prabowo, seluruh parpol kompak enggan membicarakan posisi cawapres. Partai Golkar memilih untuk membahas cawapres mendekati masa pendaftaran paslon, sementara PAN menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Prabowo.

Para pengamat menilai absennya nama Gibran Rakabuming Raka dalam deklarasi dukungan dini ini menjadi sinyal kuat bahwa dinamika kursi cawapres masih sangat cair dan penuh dengan tawar-menawar politik.

Tagging :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *