Survei: 75% Rakyat Stres Terhadap Kebijakan dan Perilaku Prabowo

JAKARTA (Mtimes) – Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan merilis hasil survei berjudul Rapor Kinerja 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran pada Oktober 2026.

Survei ini melibatkan 1.142 responden masyarakat umum (non-probability sampling via Meta Ads dengan pembobotan) serta 129 responden ahli (snowball sampling).

Berdasarkan pemeringkatan, beberapa nama yang disorot memiliki skor kinerja paling rendah antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri HAM Natalius Pigai.

Temuan survei Center of Economic and Law Studies (Celios) bersama tim Kabinet Bayangan menunjukkan bahwa sebanyak 75 persen responden dari kelompok masyarakat umum merasa stres menghadapi kebijakan pemerintah. Selain itu, sekitar 67 persen responden menyatakan stres terhadap perilaku Prabowo.

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkapkan bahwa indikator tekanan psikologis ini menjadi salah satu sorotan utama dalam evaluasi dua tahun kinerja Kabinet Merah Putih.

Ini ditanyakan kepada masyarakat umum, 1.142 responden. Jawabannya, 75 persen merasa stres dengan kebijakan pemerintah dan secara spesifik 67 persen stres dengan perilaku dari Prabowo Subianto,” kata Bhima saat memaparkan temuan kuesioner tersebut secara daring, pada Ahad, 11 Oktober 2026.

Survei tersebut menjaring persepsi 1.142 responden masyarakat umum dan 129 responden ahli di berbagai provinsi di Indonesia. Hasil survei mencatat penilaian kinerja Prabowo secara keseluruhan hanya mendapat skor 4,6 dari skala 10 menurut masyarakat umum, serta 2,8 dari skala 10 berdasarkan penilaian para ahli.

Sementara itu, dilansir dari tempo.co, kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diberi nilai 4,9 oleh masyarakat umum dan 2,2 oleh kelompok ahli.

“Jadi keduanya sama-sama memiliki skor di bawah angka 5,” ujar Bhima, yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran Kabinet Bayangan.

Beban Ekonomi Rumah Tangga Meningkat

Tingginya tingkat stres publik berbanding lurus dengan makin beratnya beban ekonomi rumah tangga. Sebanyak 82 persen masyarakat mengeluhkan beban pajak dan pungutan pemerintah

Sebanyak 82 persen masyarakat mengeluhkan beban pajak dan pungutan pemerintah yang dinilai terlalu memberatkan. Di sisi lain, melonjaknya harga kebutuhan pokok menjadi persoalan paling mendesak yang dikeluhkan oleh 78 persen responden.

Kondisi ini membuat 53 persen masyarakat menilai keadaan ekonomi keluarga mereka memburuk, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Dampaknya, 53 persen masyarakat menilai kondisi ekonomi rumah tangga dibandingkan setahun lalu adalah lebih buruk,” tuturnya.

Sementara itu, 31 persen masyarakat menilai kondisi ekonomi setahun belakangan tidak mengalami perubahan atau sama saja, dan hanya 16 persen yang menyatakan kondisi ekonomi mereka membaik.

Kekecewaan terhadap situasi ekonomi dan gaya kepemimpinan nasional turut menggerus basis dukungan politik presiden. Hasil survei mencatat sebanyak 55 persen pemilih Prabowo pada Pemilu 2024 menyatakan tidak akan memilihnya kembali pada pemilihan presiden mendatang.

Hanya 27 persen yang menyatakan akan memilih kembali, sedangkan 19 persen sisanya menyatakan tidak tahu.

Tagging :