Ayu Ting Ting Ingin Dangdut Mendunia, Terinspirasi dari Perjalanan Agnez Mo

Jakarta, (Mtimes) – Musik dangdut kini semakin dekat dengan anak muda. Genre yang dulu kerap dianggap identik dengan pendengar senior ini mulai mendapat tempat di festival musik besar, seperti Synchronize Festival dan Pestapora.

Kehadiran dangdut di festival musik modern juga mempertemukan penikmat musik dari berbagai generasi. Kini, penonton muda ikut menikmati irama dangdut dan berjoget bersama di tengah keramaian festival.

Pedangdut Ayu Ting Ting merasakan langsung perubahan tersebut. Usai tampil di Synchronize Festival pada Sabtu, 17 Oktober 2026, pelantun lagu Alamat Palsu itu mengenang perjuangannya memperkenalkan dangdut kepada generasi muda.

Menurut Ayu, dahulu tidak mudah membuat anak muda, terutama anak sekolah, tertarik dengan musik dangdut. Sebab, banyak orang masih menganggap genre ini lebih dekat dengan pendengar berusia dewasa.

“Kalau dari dulu saya merasakan perjuangan yang namanya kita ngangkat dangdut. Itu agak lumayan berat untuk kaum-kaum muda gitu (untuk menerima dangdut). Pasti kan rata-rata yang suka dangdut tuh orang tua gitu kan, orang-orang yang sudah berumur gitu. Jarang gitu anak-anak muda, anak-anak sekolah, (respons mereka) kayak, ‘Ih apa sih dangdut, ih apa sih dangdut,'” ungkap Ayu dikutip dari medcom.

Ayu Ting Ting Padukan Dangdut dengan K-Pop

Perlahan, pandangan tersebut mulai berubah. Dangdut kini hadir dengan kemasan pertunjukan yang lebih beragam untuk menarik perhatian pendengar muda.

Ayu Ting Ting menjadi salah satu penyanyi yang mencoba mengikuti perkembangan tren musik dan hiburan. Ia menyisipkan unsur budaya populer Korea Selatan atau K-Pop dalam penampilannya, mulai dari gaya busana, tata panggung, hingga koreografi modern.

Pendekatan tersebut juga terlihat dalam konser tunggalnya bertajuk Dangdut Dangdutan beberapa waktu lalu.

Bagi Ayu, memadukan dangdut dengan unsur musik dan budaya populer menjadi salah satu cara untuk membuat genre ini tetap relevan di tengah perubahan selera pendengar. Ia juga ingin menunjukkan bahwa pertunjukan dangdut bisa tampil dengan konsep yang menarik dan produksi yang semakin berkualitas.

Perkembangan ini membuka peluang bagi dangdut untuk menjangkau pendengar yang lebih luas, termasuk generasi muda yang tumbuh bersama musik pop dan budaya Korea.

Ingin Dangdut Dikenal di Kancah Internasional

Ayu tidak ingin kebangkitan dangdut hanya berhenti di Indonesia. Ia berharap musik dangdut bisa mendapat penerimaan yang lebih luas di berbagai negara, seperti musik pop yang telah menembus pasar internasional.

Menurutnya, dangdut memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh dan menjadi genre musik yang dikenal oleh masyarakat dunia.

“Kalau kita sih penginnya dangdut bisa sama kayak pop ya, bisa diterima sama semua negara pastinya. Bisa ngobrolin sama dangdut, lebih besar lagi pastinya,” ujar Ayu.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Ayu juga memiliki sosok inspirasi dari industri musik Indonesia. Ia menyebut penyanyi Agnez Mo sebagai panutan dalam mengejar peluang di pasar internasional.

Ayu menilai perjalanan Agnez Mo dalam mengembangkan karier hingga ke kancah global menjadi contoh bagi musisi Indonesia yang ingin memperluas jangkauan pendengarnya.

“Oh udah pasti, Kak Agnez Mo, sudah pasti. Jelas, itu sih,” tegasnya.

Bagi Ayu, dangdut memiliki peluang untuk berkembang lebih besar jika para pelakunya terus berinovasi dan berani mengikuti perkembangan zaman. Dengan begitu, dangdut tidak hanya menjadi kebanggaan musik Indonesia, tetapi juga berpeluang mendapatkan tempat di panggung dunia.

Tagging :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *