Kementerian Kebudayaan Targetkan Dangdut Masuk UNESCO pada 2027

JAKARTA, (Mtimes) – Kementerian Kebudayaan menargetkan pengusulan musik dangdut sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 2027. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah meluncurkan kampanye Dangdut Goes to UNESCO guna memperkenalkan dangdut sebagai kekayaan budaya Indonesia yang tumbuh bersama masyarakat.
Pemerintah meluncurkan kampanye tersebut melalui acara Panggung Berdaya, yang sekaligus menutup rangkaian peringatan Hari Kebudayaan 2026. Melalui gerakan ini, Kementerian Kebudayaan ingin memperluas dukungan masyarakat sekaligus memperkenalkan musik dangdut kepada publik internasional.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai dangdut memiliki nilai budaya yang kuat karena musik ini tumbuh mengikuti perjalanan masyarakat Indonesia. Dangdut juga menyerap pengaruh dari berbagai tradisi, lalu mengolahnya menjadi identitas musikal yang lekat dengan kehidupan masyarakat.
“Musik dangdut merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang perlu kita jaga dan kembangkan bersama,” kata Fadli dalam keterangan pers yang diterima RRI pada 19 Oktober 2026.
Ia berharap pengusulan ke UNESCO membuka peluang bagi dangdut untuk mendapatkan pengakuan internasional sebagai warisan budaya yang terus hidup dan berkembang.
Ajak Musisi dan Komunitas Dukung Dangdut
Kementerian Kebudayaan mengandalkan dukungan musisi, seniman, komunitas, dan pegiat budaya untuk memperkuat proses pengusulan dangdut ke UNESCO. Keterlibatan mereka juga penting untuk menjaga keberlanjutan musik dangdut agar terus berkembang dan menarik minat generasi muda.
Pemerintah menargetkan pengusulan dangdut pada 2027. Namun, dangdut tetap harus melewati proses penilaian UNESCO sebelum memperoleh pengakuan tersebut. Karena itu, kampanye Dangdut Goes to UNESCO menjadi salah satu langkah untuk membangun dukungan publik sekaligus meningkatkan perhatian dunia terhadap musik dangdut Indonesia.
Fadli juga mengajak masyarakat mendukung upaya tersebut dengan terus merayakan dan menghidupkan kebudayaan Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita dukung musik dangdut menuju UNESCO dan rayakan kekuatan serta kekayaan budaya kita,” ujar Fadli.
Kementerian Kebudayaan Luncurkan BUDAYA GO! 2026
Selain mengampanyekan dangdut, Kementerian Kebudayaan juga meluncurkan BUDAYA GO! 2026, sebuah kompetisi inovasi yang menghubungkan kekayaan budaya dengan pengembangan produk dan teknologi.
Mengusung tema Indonesia Cultural Power dan gagasan Inventing the Future from Indonesian Culture, program ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan inovasi yang berangkat dari budaya Indonesia.
BUDAYA GO! 2026 menghadirkan dua kategori kompetisi, yakni Inovasi Digital dan Inovasi Fisik atau Purwarupa. Kategori digital mencakup pengembangan produk serta solusi berbasis teknologi. Sementara itu, kategori fisik mencakup material, produk, dan berbagai karya inovatif.
Kompetisi ini menyasar produk inovasi berbasis budaya yang telah dirilis dan dipasarkan setidaknya selama enam bulan sebelum mengikuti program.
Kementerian Kebudayaan mulai menyediakan informasi mengenai jadwal dan pendaftaran BUDAYA GO! 2026 pada 19 Oktober 2026 melalui laman resmi penyelenggara.
Melalui kedua inisiatif tersebut, pemerintah ingin mendorong masyarakat untuk menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan kreativitas yang relevan dengan perkembangan zaman. Pemerintah berharap dangdut semakin mendapat tempat di panggung internasional, sementara inovasi berbasis budaya terus melahirkan karya baru yang membanggakan Indonesia.
