Anggrek Bulan, Bunga Favorit di Pasar Rawa Belong Dibanderol Mulai Rp125.000 per Pot
JAKARTA, (Mtimes) – Anggun dengan kelopak bunga yang menyerupai kupu-kupu dan warna yang memikat, anggrek bulan menjadi salah satu tanaman hias yang banyak diburu pencinta bunga. Keindahan bunganya yang tahan lama membuat tanaman bernama ilmiah Phalaenopsis amabilis ini tak sekadar menjadi penghias rumah, tetapi juga pilihan untuk mempercantik berbagai ruangan dan acara istimewa.
Popularitas anggrek bulan juga terlihat di Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat. Di tengah beragam jenis bunga yang diperjualbelikan, anggrek bulan menjadi salah satu komoditas yang banyak diminati konsumen.
Pasar Bunga Rawa Belong dikenal sebagai salah satu sentra perdagangan bunga terbesar di Asia Tenggara. Berdiri sejak 1989, kawasan perdagangan bunga ini menempati lahan sekitar 1,3 hektare dengan lebih dari 600 pedagang. Beragam jenis bunga potong dan tanaman hias tersedia di pasar ini, mulai dari mawar, krisan, hingga anggrek dengan berbagai warna dan bentuk.
Di antara pilihan tersebut, anggrek bulan memiliki daya tarik tersendiri. Tanaman ini tidak hanya menawarkan keindahan bunga, tetapi juga relatif mudah dirawat apabila kebutuhan cahaya, air, dan sirkulasi udaranya terpenuhi.

Fauzan, salah satu pedagang anggrek bulan di Pasar Bunga Rawa Belong, mengatakan tanaman yang dijual di tokonya dipasok dari perkebunan PT Ekakarya Graha Flora di Sukabumi, Jawa Barat.
Menurut Fauzan, anggrek bulan tersedia sepanjang tahun sehingga konsumen dapat membelinya kapan saja tanpa harus menunggu musim tertentu.
“Anggrek bulan ini enggak pakai musiman, selalu ada kapan saja. Biasanya kita jual harga mulai dari Rp 125.000 per pot, tergantung corak warnanya,” kata Fauzan kepada mtimes.id, Selasa (27/10/2026).
Harga tersebut membuat konsumen memiliki pilihan untuk membawa pulang tanaman hias berbunga yang dapat mempercantik sudut rumah, teras beratap, maupun ruang kerja. Perbedaan warna dan corak bunga turut menjadi pertimbangan pembeli dalam menentukan pilihan.
Mengenal Anggrek Bulan, Flora Cantik dari Hutan Tropis
Anggrek bulan merupakan salah satu jenis anggrek yang dikenal luas di Indonesia. Tanaman ini termasuk kelompok anggrek epifit, yakni tumbuhan yang hidup menempel pada batang atau cabang pohon lain tanpa mengambil makanan dari tanaman yang ditumpanginya.
Di habitat alaminya, anggrek bulan tumbuh di lingkungan hutan tropis yang hangat, lembap, dan teduh. Akarnya mampu menyerap air serta unsur hara dari lingkungan sekitar. Karena itu, tanaman ini tidak membutuhkan tanah kebun yang padat seperti kebanyakan tanaman hias lainnya.
Untuk budidaya, anggrek bulan umumnya ditanam menggunakan media berpori, seperti kulit pinus, pakis, atau campuran bahan lain yang mampu menjaga kelembapan sekaligus memberikan ruang bagi udara untuk mengalir di sekitar akar.
Ciri khas anggrek bulan terlihat pada daunnya yang lebar, tebal, dan berwarna hijau. Sementara itu, tangkai bunganya tumbuh memanjang dengan sejumlah kuntum yang dapat mekar secara bertahap.
Bentuk bunganya relatif simetris dengan kelopak lebar dan bagian tengah yang memiliki karakter tersendiri. Warna putih menjadi salah satu tampilan yang paling dikenal, meskipun berbagai hibrida anggrek bulan juga menawarkan warna merah muda, kuning, ungu, serta corak berbintik atau bergaris.
Keindahan dan variasi tersebut membuat anggrek bulan digemari sebagai tanaman hias. Bunganya dapat bertahan selama beberapa minggu, bahkan lebih lama dalam kondisi perawatan yang baik, sehingga memberikan nilai estetika yang relatif awet dibandingkan bunga potong.
Perawatan Anggrek Bulan Tidak Harus Rumit
Meski terlihat eksotis, anggrek bulan dapat dirawat di rumah dengan memperhatikan beberapa kebutuhan dasarnya. Salah satu faktor penting ialah pencahayaan.
Anggrek bulan menyukai cahaya terang tidak langsung. Tanaman ini sebaiknya ditempatkan di dekat jendela yang terang atau area teduh yang memperoleh cukup cahaya, bukan di bawah terik matahari langsung dalam waktu lama.
Penyiraman juga perlu dilakukan dengan cermat. Media tanam sebaiknya tidak dibiarkan terus-menerus basah karena kondisi tersebut dapat memicu pembusukan akar. Sebaliknya, akar yang sehat membutuhkan kelembapan sekaligus sirkulasi udara yang baik.
Frekuensi penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi media, suhu, kelembapan, serta lingkungan tempat tanaman diletakkan. Pot dengan lubang drainase yang memadai membantu mengalirkan kelebihan air dan menjaga kesehatan akar.
Selain air dan cahaya, anggrek bulan membutuhkan nutrisi dalam jumlah yang sesuai. Pemupukan menggunakan pupuk khusus anggrek dengan dosis yang dianjurkan dapat membantu mendukung pertumbuhan daun, akar, dan pembungaan.
Dengan perawatan yang tepat, tanaman ini dapat kembali berbunga. Karena itulah, anggrek bulan bukan hanya menarik bagi kolektor, melainkan juga bagi masyarakat yang ingin mulai menekuni hobi tanaman hias.
Bukan Sekadar Tanaman Hias
Di luar nilai estetikanya, anggrek bulan memiliki tempat istimewa dalam kekayaan flora Indonesia. Bunga ini ditetapkan sebagai salah satu bunga nasional Indonesia dengan sebutan Puspa Pesona, bersama melati putih sebagai Puspa Bangsa dan padma raksasa sebagai Puspa Langka.
Penetapan tersebut memperlihatkan bagaimana keindahan tumbuhan dapat menjadi bagian dari identitas bangsa. Anggrek bulan juga mengingatkan masyarakat akan kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia yang perlu dijaga kelestariannya.
Di sisi lain, anggrek bulan memiliki nilai ekonomi melalui kegiatan budidaya, perdagangan tanaman hias, dan industri florikultura. Permintaan pasar mendorong petani serta pelaku usaha mengembangkan tanaman ini dalam berbagai pilihan warna, ukuran, dan karakter bunga.
Bagi pedagang di Pasar Bunga Rawa Belong, keberadaan anggrek bulan menjadi bagian dari ragam pilihan tanaman hias yang dapat dijangkau masyarakat. Sementara bagi pembeli, bunga ini menawarkan perpaduan keindahan, daya tahan mekar, dan kesempatan untuk menikmati proses merawat tanaman di rumah.
Di tengah hiruk-pikuk perdagangan bunga Rawa Belong, anggrek bulan menunjukkan bahwa pesona flora tropis tidak hanya hadir di habitat alaminya. Melalui budidaya dan perawatan yang tepat, keindahan bunga yang menjadi kebanggaan Indonesia ini dapat dinikmati lebih dekat dalam kehidupan sehari-hari.

