Home

Minum Air Es atau Hangat, Mana Lebih Baik untuk Pemulihan Otot setelah Olahraga?

Oleh User Admin 18 Okt 2026 08:40 WIB Kategori: Aheadline

JAKARTA (Mtimes) – Minum air es setelah berolahraga kerap menjadi pilihan untuk menyegarkan tubuh setelah melakukan aktivitas fisik. Namun, muncul pertanyaan apakah air dingin benar-benar lebih efektif membantu pemulihan otot dibandingkan air hangat.

Dari sudut pandang medis, jawabannya bergantung pada tujuan penggunaan air dan metode pemulihan yang dilakukan.

Menurut penelitian di bidang kedokteran olahraga, hal pertama yang perlu dibedakan adalah minum air dingin dan merendam tubuh dalam air dingin. Keduanya memiliki mekanisme yang berbeda sehingga manfaatnya terhadap tubuh tidak dapat disamakan.

Air Dingin Membantu Menyegarkan Tubuh dan Menunjang Hidrasi

Setelah berolahraga, tubuh kehilangan cairan melalui keringat. Mengonsumsi air membantu mengganti cairan yang hilang dan menjaga keseimbangan tubuh. Air dingin dapat terasa lebih menyegarkan, terutama ketika seseorang berolahraga dalam cuaca panas, sehingga dapat membantu meningkatkan keinginan untuk minum.

Sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Sports Medicine pada 2018 menjelaskan bahwa konsumsi air dingin atau es selama olahraga berpotensi membantu mengurangi beban panas tubuh dalam kondisi lingkungan tertentu. Namun, manfaatnya bergantung pada suhu lingkungan, kelembapan, intensitas aktivitas, dan respons tubuh terhadap panas. Temuan ini tidak secara langsung membuktikan bahwa air es mempercepat perbaikan jaringan otot setelah olahraga.

American College of Sports Medicine juga menekankan pentingnya penggantian cairan sebelum, selama, dan setelah aktivitas fisik. Fokus utamanya adalah memenuhi kebutuhan hidrasi dan mengganti cairan yang hilang, bukan mewajibkan seseorang mengonsumsi air pada suhu tertentu.

Bagaimana dengan Air Hangat?

Air hangat juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan cairan setelah olahraga. Tidak ada bukti kuat bahwa minum air hangat secara langsung mempercepat pemulihan jaringan otot atau meningkatkan pertumbuhan otot dibandingkan minum air dingin.

Pemilihan suhu minuman dapat disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing orang. Hal yang lebih penting adalah memastikan tubuh mendapatkan cairan yang cukup, khususnya setelah latihan intensif atau aktivitas yang menyebabkan banyak keringat.

Dengan demikian, anggapan bahwa air es pasti lebih baik untuk otot daripada air hangat belum dapat dibenarkan. Suhu minuman lebih berkaitan dengan kenyamanan dan pengelolaan panas tubuh, sedangkan pemulihan otot melibatkan proses biologis yang lebih kompleks.

Perendaman Air Dingin Memiliki Efek Berbeda

Pembahasan menjadi berbeda ketika air dingin digunakan untuk merendam tubuh, yang dikenal sebagai cold-water immersion. Metode ini sering dilakukan atlet setelah pertandingan atau latihan berat untuk membantu mengurangi rasa nyeri otot.

Tinjauan sistematis Cochrane yang diterbitkan pada 2022 mengevaluasi 17 penelitian dengan total 366 peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa perendaman air dingin berpotensi mengurangi nyeri otot yang muncul setelah olahraga, terutama dalam rentang 24 hingga 96 jam. Namun, kualitas bukti dinilai rendah dan penelitian yang membandingkannya dengan air hangat masih terbatas.

Artinya, efek perendaman air dingin tidak dapat langsung diterapkan pada kebiasaan minum air es. Mengonsumsi air dingin tidak sama dengan merendam otot dalam air bersuhu rendah selama beberapa menit.

Selain itu, penggunaan perendaman air dingin secara rutin setelah latihan beban perlu dipertimbangkan. Sejumlah tinjauan ilmiah menunjukkan bahwa metode tersebut berpotensi mengurangi adaptasi pertumbuhan otot apabila dilakukan berulang kali setelah latihan kekuatan. Karena itu, manfaatnya perlu disesuaikan dengan tujuan latihan.

Pemulihan Otot Tidak Hanya Bergantung pada Suhu Air

Selain menjaga hidrasi, pemulihan otot juga membutuhkan istirahat yang cukup, asupan protein dan karbohidrat yang memadai, serta pengaturan intensitas latihan. Pada olahraga berdurasi panjang atau aktivitas dengan keringat berlebih, penggantian elektrolit juga dapat diperlukan.

Bagi masyarakat yang berolahraga untuk menjaga kebugaran, air putih dengan suhu yang nyaman umumnya sudah memadai untuk mengganti cairan yang hilang. Sementara itu, atlet yang menjalani latihan berat atau bertanding dalam waktu berdekatan dapat mempertimbangkan strategi pemulihan berdasarkan kebutuhan dan jenis olahraga.

Pada akhirnya, air es bukan pilihan wajib untuk mempercepat pemulihan otot, begitu pula air hangat bukan pilihan yang terbukti lebih unggul. Hal terpenting setelah olahraga adalah mengembalikan cairan tubuh, memenuhi kebutuhan nutrisi, dan memberikan waktu yang cukup bagi otot untuk pulih. (Alvuza Faturrahman)