Lokomotif BB302, Saksi Sejarah Paling Ikonik Perkeretaapian di Indonesia

MEDAN (Mtimes) – Kereta Api di Indonesia adalah salah satu moda transportasi darat massal yang paling penting, efisien, dan diandalkan masyarakat sejak zaman kolonial hingga era modern saat ini. Selain mampu mengangkut banyak penumpang atau barang sekaligus dalam satu perjalanan, kereta api juga
memiliki jalur khusus sendiri sehingga terhindar dari kemacetan jalan raya.

Kehadiran Kereta Api di Indonesia dimulai sejak zaman penjajahan kolonial Belanda pada 1864 ketika pencangkulan pertama jalur rel dilakukan di Desa Kemijen, Semarang, oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Mr. L.A.J. Baron Sloet van de Beele.

Kini, kemajuan kereta api di Indonesia saat ini mencakup kehadiran kereta cepat Whoosh, modernisasi layanan digital, serta ekspansi moda transportasi perkotaan seperti KRL, LRT, dan MRT. Bagaimana dengan sisa peninggalan sejarah pada masa sebelum kemerdekaan, seperti apa kondisi kereta api di masa itu.

Salah satunya yakni, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat lokomotif diesel seri BB302 sebagai salah satu sarana penggerak paling ikonik dan bernilai sejarah tinggi yang saat ini menjadi identitas khas perkeretaapian di wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo di Medan, Sabtu, mengatakan lokomotif buatan pabrikan Henschel, Jerman Barat, tersebut memegang peran krusial dalam jejak modernisasi perkeretaapian Sumut, khususnya saat transisi dari era lokomotif uap menuju era diesel.

“BB302 menjadi bagian penting dari sejarah dieselisasi di Sumatera Utara. Lokomotif ini pernah menjadi tulang punggung perjalanan kereta api penumpang maupun barang, sekaligus menjadi identitas sarana perkeretaapian di wilayah ini,” katanya dikutip dari Antaranews.

Kedatangan BB302 oleh Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) pada 1970 atau lima tahun setelah hadirnya lokomotif diesel pertama di Sumut pada 1965 bertujuan untuk memperkuat angkutan komoditas perkebunan, katanya menjelaskan.

Dari total enam unit yang pernah diproduksi oleh Henschel untuk Indonesia, seluruhnya dialokasikan khusus untuk bertugas di wilayah Sumatera Utara.

Riwayat Operasional
Dalam riwayat operasionalnya, setelah bertugas selama 25 tahun melayani angkutan penumpang dan barang, seluruh unit BB302 menjalani program modernisasi pada rentang tahun 1998 hingga 2000.

Langkah peremajaan tersebut berfokus pada penggantian mesin asli Maybach Mercedes-Benz menjadi mesin seri MTU (Motoren- und Turbinen-Union) guna meningkatkan performa serta memperpanjang masa pakai operasional.

Penggantian mesin MTU tersebut berhasil meningkatkan daya keluaran (power output) lokomotif dari semula 900 Horse Power (HP) menjadi 1.200 HP, dengan batas kecepatan maksimum mencapai 80 kilometer per jam.

Saat ini, setelah 56 tahun menjadi saksi perjalanan perkeretaapian di Sumatera Utara, tersisa satu unit lokomotif yang masih aktif beroperasi di Divre I Sumut, yakni seri BB3027001. Lokomotif tersebut kini difungsikan khusus untuk mendukung dinas langsir di area stasiun.

Keberadaan unit tersisa ini semakin unik karena tampil beda dengan balutan livery vintage warna kuning-hijau khas era Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).

Anwar menegaskan bahwa KAI Divre I Sumatera Utara terus memelihara keberadaan lokomotif langka ini sebagai bagian dari upaya merawat memori kolektif dan warisan sejarah perkeretaapian nasional.

“Hadirnya BB302 yang kini bertugas untuk dinas langsir menjadi pengingat perjalanan panjang modernisasi perkeretaapian di Sumatera Utara. KAI berkomitmen menjaga dan merawat sarana bersejarah ini sebagai bagian dari pelestarian warisan perkeretaapian Indonesia yang tetap memberikan nilai tambah bagi operasional hingga saat ini,” katanya.

Tagging :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *