Universitas YARSI Latih Pelaku UMKM Mandalamekar Public Speaking dan Negosiasi Bisnis
KABUPATEN BANDUNG (Mtimes) – Universitas YARSI menggelar pelatihan public speaking dan negosiasi bisnis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mandalamekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/10/2026).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memasarkan produk, berkomunikasi dengan pelanggan, serta membangun kerja sama dengan mitra usaha.
Pasalnya, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk. Kemampuan memperkenalkan produk, menjelaskan keunggulan, hingga meyakinkan calon pembeli juga menjadi bagian penting dalam mengembangkan usaha.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut, Universitas YARSI memberikan pembekalan kepada peserta melalui penyampaian materi, diskusi, simulasi, dan praktik langsung.
Peserta mendapatkan materi mengenai teknik berbicara di depan publik (public speaking) serta strategi negosiasi bisnis. Kedua keterampilan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM lebih percaya diri ketika menawarkan produk, menyampaikan harga, maupun menjalin komunikasi dengan pelanggan dan mitra usaha.
Ketua tim PkM Universitas YARSI, Imelda Sari, S.E., M.Si., Ak., mengatakan, kemampuan komunikasi merupakan salah satu bekal penting yang perlu dimiliki pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha.

“Pelaku UMKM tidak cukup hanya memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga perlu mampu menyampaikan keunggulan produknya dengan baik. Kemampuan public speaking dan negosiasi menjadi bekal penting agar mereka lebih percaya diri saat berhadapan dengan pelanggan maupun menjalin kerja sama dengan mitra usaha,” ujar Imelda.
Ia berharap, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara langsung dalam aktivitas bisnis sehari-hari, sehingga pelaku UMKM semakin siap mengembangkan usahanya.
Kegiatan ini dipimpin Imelda Sari bersama anggota tim PkM Hesty Juni Tambuati Subing, S.E., M.Ak., Ak., QWP., CSRS., dan Elan Suherlan, M.Si. Adapun Rini Hidayati, S.E., M.M. hadir sebagai narasumber tamu.
Hasil evaluasi terhadap 22 peserta menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah mengikuti pelatihan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, total skor peserta meningkat dari 1.350 menjadi 2.140 atau naik sekitar 58,5 persen.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa materi yang diberikan dapat menambah pemahaman peserta mengenai komunikasi bisnis. Hasil ini juga diharapkan menjadi bekal bagi pelaku UMKM untuk menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Lebih jauh, kemampuan berkomunikasi secara baik dan meyakinkan diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan, serta membuka peluang kemitraan baru.
Meski demikian, dampak pelatihan terhadap peningkatan penjualan dan pendapatan usaha masih memerlukan pemantauan lebih lanjut.
Melalui program ini, Universitas YARSI terus mendorong pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan sumber daya manusia, tetapi juga ikut memperkuat potensi ekonomi lokal.

