Masjid Apung An-Nur Diresmikan Pramono, Ancol Gratiskan Tiket Masuk hingga 31 Oktober

JAKARTA (Mtimes) — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Masjid Apung An-Nur Jakarta di kawasan Pantai Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026). Masjid yang berdiri di atas perairan ini diharapkan menjadi destinasi wisata religi baru sekaligus ikon yang memadukan kegiatan ibadah, wisata, dan arsitektur di Ibu Kota.

Bersamaan dengan peresmian tersebut, manajemen Ancol memberikan akses masuk gratis bagi masyarakat yang ingin mengunjungi Masjid Apung An-Nur Jakarta mulai 16 hingga 31 Oktober 2026.

Berdasarkan keterangan Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko, dalam siaran pers yang diterima Sabtu (16/10/2026), akses gratis berlaku setiap hari pukul 16.00-23.00 WIB melalui Pintu Gerbang Utama Ancol.

Namun, fasilitas tersebut hanya berlaku untuk tiket masuk perorangan dan tidak mencakup tiket kendaraan maupun tiket unit rekreasi lainnya.

Pengunjung diwajibkan melakukan reservasi terlebih dahulu melalui situs resmi Ancol, ancol.com. Pengunjung yang melakukan reservasi melalui situs tersebut juga berkesempatan mendapatkan voucher diskon untuk layanan makanan dan minuman (food and beverage/F&B) di kawasan Ancol.

Masjid Apung Berkapasitas 900 Jemaah

Masjid Apung An-Nur Jakarta dibangun di atas perairan Pantai Ancol dengan luas bangunan mencapai 2.241 meter persegi. Masjid ini mulai dibangun pada 1 Mei 2024 dan dinyatakan selesai pada 29 Juli 2026.

Bangunan yang berada di kawasan pengelolaan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk tersebut mampu menampung 600 jemaah di area utama, terdiri dari 460 jemaah laki-laki dan 140 jemaah perempuan.

Selain itu, area plaza di luar bangunan utama dapat menampung sekitar 300 jemaah. Dengan demikian, total kapasitas masjid mencapai 900 jemaah.

Kehadiran masjid ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan ibadah pengunjung, tetapi juga diharapkan menjadi ruang silaturahmi, pendidikan keagamaan, pembinaan umat, serta penguatan nilai kebersamaan.

Lokasinya yang berada di kawasan wisata Ancol memungkinkan masyarakat memadukan kegiatan rekreasi di tepi pantai dengan aktivitas ibadah.

Terinspirasi Bahtera Kapal

Dari sisi arsitektur, Masjid Apung An-Nur Jakarta dirancang oleh arsitek Andra Matin dengan konsep yang terinspirasi dari siluet bahtera kapal. Desain tersebut merepresentasikan kekayaan maritim Indonesia melalui tiga elemen utama, yakni badan kapal, layar kapal, dan tiang-tiang kapal.

Secara filosofis, bangunan masjid dianalogikan sebagai bahtera besar yang membawa dan menyebarkan syiar Islam.

Sementara itu, siluet denah bangunan menggambarkan bentuk bulan dan bintang yang identik dengan simbol dalam agama Islam. Bentuk dasar bangunan yang memiliki lima sudut terinspirasi dari lima rukun Islam.

Komposisi bangunan yang dibagi menjadi lima bagian juga melambangkan lima waktu salat dalam sehari.

Perpaduan unsur arsitektur dan filosofi tersebut menjadikan Masjid Apung An-Nur tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung kawasan wisata Ancol.

Perkuat Wisata Religi Jakarta

Manajemen Ancol menyatakan, kehadiran Masjid Apung An-Nur Jakarta merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kenyamanan dan pelayanan bagi pengunjung.

Lebih dari sekadar fasilitas ibadah, masjid ini diharapkan menjadi ruang yang mempererat hubungan antara masyarakat, wisatawan, dan lingkungan sekitarnya.

Sebagai salah satu BUMD strategis milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Ancol juga diharapkan terus mengembangkan kawasan yang tidak hanya menawarkan daya tarik rekreasi, tetapi turut memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Pengembangan tersebut mencakup peningkatan kualitas ruang publik, penguatan kehidupan sosial dan budaya, pengembangan ekonomi kreatif, serta kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dengan hadirnya Masjid Apung An-Nur Jakarta, kawasan Ancol diharapkan semakin memperkaya pilihan wisata religi di Ibu Kota sekaligus menghadirkan ruang ibadah yang terbuka bagi masyarakat di tengah kawasan wisata pesisir. (Helmi)

Tagging :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *