Beky Mardani Beri Wejangan Mahasiswa KMB: Organisasi Harus Jadi Bekal Masa Depan

JAKARTA (Mtimes) – Mantan Ketua Keluarga Mahasiswa Betawi (KMB), H. Beky Mardani, mengingatkan mahasiswa Betawi agar tidak sekadar menjadikan organisasi sebagai tempat berkegiatan. Organisasi harus menjadi ruang pembelajaran untuk membangun kompetensi, integritas, memperluas jejaring, sekaligus mempersiapkan masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Beky saat memberikan sambutan dalam pelantikan Ketua Pengurus Cabang KMB Jakarta Selatan, Giasuddinsyah, di Gedung Keumatan MUI, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026).

Sebagai alumni KMB angkatan 1985, Beky juga mengingatkan pentingnya memahami sejarah dan nilai-nilai organisasi. Ia menegaskan, KMB bukan organisasi baru karena telah berdiri sejak 1978 atas prakarsa para senior mahasiswa Universitas Indonesia (UI).

Menurut dia, lahirnya KMB dilatarbelakangi keinginan para senior untuk menghadirkan wadah bagi mahasiswa Betawi di lingkungan kampus agar dapat memperkuat identitas dan kebersamaan.

Beky mengaitkan semangat tersebut dengan sejarah perjuangan Mohammad Husni Thamrin yang menggagas Pemuda Kaum Betawi pada 1923. Organisasi itu kemudian turut mewarnai pergerakan pemuda menjelang Sumpah Pemuda 1928.

“Betawi harus hadir dan menjadi bagian dari kebersamaan dengan saudara-saudara dari berbagai daerah. KMB bukan sekadar organisasi mahasiswa, tetapi juga memiliki semangat sejarah untuk membangun kebersamaan dan memperkuat identitas Betawi,” ujarnya.

Keluarga Mahasiswa Betawi (KMB) usai pengukuhan Pengurus Cabang, Jaksel

Dalam kesempatan itu, Beky juga memberikan sejumlah koreksi terkait pemahaman dasar keorganisasian. Salah satunya mengenai penggunaan istilah demisioner yang menurutnya tidak tepat jika disematkan kepada dirinya sebagai alumni.

Ia berharap para senior dapat memberikan pembekalan kepada mahasiswa mengenai mekanisme, etika, istilah, dan tata kelola organisasi.

Beky menekankan tiga nilai penting yang harus dibangun melalui organisasi, yakni kompetensi, integritas, dan akuntabilitas. Ketiganya menjadi bekal mahasiswa ketika memasuki dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar keberhasilan tidak membuat mahasiswa menjadi pribadi yang jauh dari lingkungan sosial.

“Jangan sampai setelah berhasil justru menjadi menara gading. Kita harus peduli terhadap lingkungan. Kehadiran kita harus menjadi solusi, bukan malah menjadi masalah bagi lingkungan sekitar,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Selatan, Ragil Tugiman, mendorong mahasiswa KMB menerapkan konsep 3K, yakni koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi dalam menjalankan organisasi.

Menurut Ragil, organisasi tidak bisa berjalan sendiri atau hanya berorientasi pada kepentingan internal. Mahasiswa harus memiliki kepedulian terhadap situasi sosial dan mampu membangun hubungan dengan berbagai elemen masyarakat.

Ia juga memperkenalkan konsep silaturahmi, jejaring, dan inovasi. Ketiga hal tersebut dinilai penting untuk memperkuat organisasi sekaligus melahirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Organisasi harus terbuka, jangan hanya berjalan sendiri. Bangun silaturahmi, perluas jejaring, kemudian ciptakan inovasi melalui program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Ragil turut mengingatkan pentingnya perencanaan dan evaluasi dalam setiap kegiatan. Program organisasi harus memiliki tujuan dan indikator keberhasilan yang terukur agar pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan.

Ia berharap KMB Jakarta Selatan mampu berkembang dan mengambil peran dalam pembangunan Jakarta, terlebih menjelang peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hj. Kurniasih Mufidayati, yang mengikuti kegiatan tersebut melalui Zoom Meeting.

Menurut Kurniasih, pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab generasi muda.

Ia mengajak mahasiswa Betawi menjaga identitas budaya sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan bangsa. Semangat persatuan yang diwariskan melalui Sumpah Pemuda harus menjadi inspirasi untuk membangun kolaborasi di tengah keberagaman.

Kesbangpol Jakarta Selatan, Ragil Tugiman memberikan sambutannya

Kurniasih berharap mahasiswa KMB mampu mengembangkan potensi, keberanian, dan kreativitas sehingga dapat melahirkan karya serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga untuk Indonesia.

Sementara itu, Ketua PC KMB Jakarta Selatan terpilih, Giasuddinsyah, menyampaikan terima kasih kepada para senior yang telah hadir dan memberikan dukungan dalam pelantikan tersebut.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama pelaksanaan kegiatan serta berharap dapat menjalankan amanah kepengurusan dengan sebaik-baiknya.

Pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan senior Betawi, di antaranya perwakilan Bamus Betawi 1982 yang mewakili Ketua Umum H. Zainuddin karena berhalangan hadir, yakni Subhan Anshori, Junaidi, dan Yuli, serta Babinsa setempat.

Tagging :