Demo Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Simak Tuntutan Mahasiswa dan Rute Alternatif

JAKARTA, (Mties) – Mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil bersiap menggelar demonstrasi pada Selasa (20/10/2026), bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menyatakan siap menggelar aksi di kawasan Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Jakarta Pusat. Mereka memperkirakan sekitar 500 orang akan mengikuti aksi tersebut.

Ketua BEM UI Yatalathof Imawan mengatakan demonstrasi ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat sipil untuk menyampaikan kritik terhadap jalannya pemerintahan. Menurutnya, aksi tersebut tidak hanya mengevaluasi dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran, tetapi juga menyoroti persoalan demokrasi, ekonomi, hukum, lingkungan, dan pendidikan.

“BEM UI akan turun aksi besok. Pasti akan bersama dengan universitas lain dan koalisi masyarakat sipil lainnya juga,” kata Yatalathof saat dikonfirmasi pada Senin (19/10/2026).

Komite Sadar (Selamatkan Daulat Rakyat) membawa sejumlah tuntutan dalam aksi tersebut. Mereka mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir sebagai bencana nasional, memulihkan kesehatan warga terdampak, dan menindak perusahaan yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan.

Selain persoalan lingkungan, mahasiswa juga menyoroti mahalnya kebutuhan pokok, biaya pendidikan dan kesehatan, serta pembatasan kebebasan berpendapat. Mereka turut mengangkat dugaan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Mengantisipasi demonstrasi tersebut, Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya mengumumkan potensi kepadatan lalu lintas dan rekayasa jalan secara situasional. Pengaturan ini berpotensi berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga aksi selesai.

Sejumlah kawasan yang perlu diwaspadai pengendara meliputi area Monas, Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, serta Gedung DPR/MPR RI.

Melalui unggahan media sosial, TMC Polda Metro Jaya mengimbau pengguna jalan untuk menyesuaikan waktu keberangkatan, memilih jalur alternatif, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan,” tulis TMC Polda Metro Jaya dalam keterangan unggahannya.

Rute Alternatif di Sekitar Lokasi Aksi

Untuk membantu pengendara menghindari kepadatan, berikut sejumlah rute alternatif yang dapat dipertimbangkan sesuai tujuan perjalanan.

1. Dari Jakarta Barat menuju kawasan Monas

Jalan Tomang Raya – Jalan Suryopranoto – TL Harmoni – Monas.

2. Dari Jakarta Selatan menuju kawasan Monas

Jalan Tendean – Jalan HR Rasuna Said – Jalan HOS Cokroaminoto – Tugu Tani – Monas.

3. Dari Jakarta Timur menuju kawasan Monas

Jalan Jatinegara – Jalan Kramat Raya – Tugu Tani – Monas.

4. Dari Simpang Semanggi menuju Slipi/Tomang

Jalan Sudirman – Jalan Bendungan Hilir – Jalan Pejompongan – Jalan Letjen S. Parman.

5. Dari Jalan Gatot Subroto menuju Slipi/Tomang

Jalan Gerbang Pemuda – Jalan Patal Senayan – Jalan Tentara Pelajar – Jalan Letjen S. Parman.

Pengendara sebaiknya memantau informasi lalu lintas terbaru sebelum berangkat. Kondisi jalan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan aksi dan pengaturan petugas di lapangan.

Tagging :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *