M Bloc Design Week 2026 Ajak Publik Melihat Potensi Brang Bekas

JAKARTA, (Mtimes) – M Bloc Design Week (MBDW) 2026 mengajak publik melihat kembali potensi barang bekas menjadi bernilai guna melalui tema “Daur Rupa” yang mengusung prinsip desain berkelanjutan dan ekonomi sirkular.
“Di sini, intinya, memang isu lingkungan, isu ruang publik yang inklusif, itu yang ingin kami tampilkan,” kata Initiator dan Curator M Bloc Design Week 2026 Yacobus Gato Surarjo dalam kegiatan MBDW 2026 di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan MBDW berupaya meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap keberlanjutan sekaligus mendorong keterlibatan komunitas.
Melalui tema “Daur Rupa”, festival tersebut mengajak masyarakat memahami material yang sebelumnya dianggap tidak terpakai, masih memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk baru, misalnya bonggol jagung dapat dimanfaatkan sebagai wadah drum, jaring nelayan bekas menjadi material papan bangunan, sedangkan ampas kopi diolah menjadi kap lampu atau tas serbaguna.
Sementara itu, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta Teguh Ariyanto mengatakan Jakarta Architecture Festival (JAF) merupakan ruang bagi masyarakat untuk mengenal peran arsitek dalam perkembangan kota.
“Bukan hanya untuk arsitek, tapi seluruh warga Kota Jakarta untuk hadir karena di sini kami memamerkan apa, sih, sebetulnya peran arsitek di pertumbuhan atau perkembangan kota,” ujar Teguh.
Dia menjelaskan JAF juga menghadirkan klinik arsitektur gratis sehingga masyarakat dapat berkonsultasi mengenai desain rumah sehat, hunian ekonomis, serta tata ruang.
Selain pameran, festival tersebut turut menampilkan eksplorasi arsitektur melalui pendekatan “Sensing the Cities” yang mengajak desainer membaca karakter kawasan berdasarkan sejarah, aktivitas masyarakat, dan identitas lokal.
MBDW 2026 berlangsung di enam kota dengan tujuh lokasi, yakni M Bloc Space dan Pos Bloc Jakarta, JNM Bloc di Yogyakarta, Lokananta Bloc di Surakarta, Pos Bloc Surabaya, Pos Bloc Medan, serta Uma Seminyak di Bali.
Festival yang berlangsung pada 23 Oktober hingga 1 November 2026 itu menghadirkan karya desainer dari berbagai kota dengan memanfaatkan material daur ulang, mulai dari bonggol jagung, jaring nelayan bekas, hingga ampas kopi.
