Profil dan Jejak Karir Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo
JAKARTA (Mtimes) – Komisi III DPR RI secara aklamasi menyetujui penunjukkan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper tes), Kamis (1/10/2026).
Suyudi Ario Seto, adalah calon tunggal Kapolri yang diajukan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui Surat Presiden (Surpres) terkait pengusulan namanya telah diterima oleh DPR RI pada tanggal 30 September 2026.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 1994 itu, memiliki jejak karier yang sangat panjang dan matang di wilayah hukum Polda Metro Jaya serta Markas Besar (Mabes) Polri. Diantara jabatan-jabatan penting yang pernah diembanya yakni, Kapolsek Metro Pasar Minggu & Kapolsek Metro Tanah Abang, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota & Polres Metro Jakarta Barat, Kapolresta Bogor Kota, Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Sedangkan jabatan Tingkat Polda & Mabes, pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya (2019), Wadirtipideksus & Wadirtipidsiber Bareskrim Polri, Wakapolda Metro Jaya, dan Kapolda Banten. Saat ini, pria kelahiran Pandeglang, Banten, 14 Juli 1973 itu menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2025.
Selama kepemimpinannya di BNN sepanjang tahun 2026, ia berhasil mencatatkan prestasi besar dengan menyita 12,3 ton narkotika dan menghentikan nilai ekonomi peredaran gelap narkoba sebesar Rp16,5 triliun.
Sepanjang masa pengabdiannya di Korps Bhayangkara, Suyudi cukup lama berkecimpung dalam bidang reserse dan kriminal sebelum dipercaya mengisi berbagai jabatan pimpinan. Pengalamannya di wilayah hukum Polda Metro Jaya antara lain tercatat melalui posisi Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.
Suyudi juga pernah bertugas sebagai Kanit Resmob Bareskrim Polri serta memimpin sejumlah kepolisian sektor, termasuk sebagai Kapolsek Metro Tanah Abang pada 2012 dan Kapolsek Metro Penjaringan.
Kariernya kemudian berkembang ke tingkat kewilayahan setelah dipercaya menjadi Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Memasuki 2017, Suyudi kembali mendapat penugasan di lingkungan Bareskrim Polri dengan menduduki posisi Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus serta Wakil Direktur Tindak Pidana Siber.
Pengalaman di jajaran Polda Metro Jaya kembali berlanjut ketika Suyudi dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya pada 2023. Setahun kemudian, Suyudi mendapat amanah sebagai Kapolda Banten, posisi yang dijalaninya sebelum berpindah ke lembaga lain.
Pemimpin Tanpa Gimik
Selama menjabat sebagai Kapolda Banten, Irjen Pol Suyudi merupakan cerminan kepemimpinan humanis, responsif, dan proaktif. Kehadirannya di lapangan bersama anggota, dan membuat masyarakat merasa aman dan nyaman.
“Apa yang dilakukan Irjen Pol Suyudi selama jadi Kapolda Banten adalah bentuk kepemimpinan yang patut diapresiasi. Rakyat merasakan langsung kehadiran Polri sebagai pengayom, pelayan dan pelindung. Ini adalah teladan nyata bagi aparat negara,” ujar Nasky, Alumni Indef School of Political eEconomy Jakarta.
Irjen Pol Suyudi disebut tampil sebagai teladan kepemimpinan Polri yang turun langsung mengawasi dan mengawal jajarannya terus bekerja melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat. Publik melihat bagaimana kinerja dan dedikasi Irjen Pol Suyudi tidak hanya memberi instruksi dari balik meja, tetapi proaktif dan responsif terhadap persoalan kehidupan masyarakat. Ini adalah simbol suri tauladan (role model) kepemimpinan Polri yang nyata, tanpa gimik.
Harta Kekayaan
Diansir dari berbagai sumber, Komjen Suyudi memiliki kekayaan yang tercatat berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan yang dilaporkan Komjen Suyudi tercatat sekitar Rp9,8 miliar. Aset tersebut meliputi tanah dan bangunan di beberapa wilayah, simpanan kas, serta unit kendaraan pribadi seperti mobil Mini Cooper keluaran tahun 2019.

