Kebakaran di Kantor ATR/BPN Karawang Akibatkan Semua Sertifikat SHM Hangus
KARAWANG (Mtimes) – Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengalami kebakaran hebat pada Rabu (14/10/2026) malam, sekira pukul 23.10 WIB. Delapan unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.
Pantauan di lapangan, sekitar 70% hingga 80% bagian gedung dua lantai hangus terbakar, termasuk gudang arsip. Warga sempat mendengar suara ledakan sebelum api membesar yang diduga berasal dari lantai dua
antauan di lokasi pada Kamis (15/10) pagi, api telah berhasil dipadamkan. Namun, bagian dalam gedung dua lantai tersebut tampak hangus terbakar.
Sejumlah ruangan dipenuhi puing-puing sisa kebakaran. Lantai gedung juga terlihat basah dan berlumpur akibat proses pemadaman. Sebagian besar plafon mengalami kerusakan berat, bahkan runtuh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Saat dimintai keterangan, Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran di Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang (ATR/BPN Karawang), Silvy mengatakan Di bagian belakang gedung, sejumlah pegawai bersama aparat terkait terlihat bergotong royong menyelamatkan arsip dan dokumen yang masih tersisa dari sejumlah ruangan.
“Kita nyelametin yang tersisa aja. Sertifikat (SHM) semua abis. Yang sisa warkah aja,” kata Silvy.
Warkah merupakan kumpulan dokumen fisik atau arsip resmi yang menjadi dasar hukum dan memuat riwayat penerbitan sertifikat hak atas tanah.
Wamen ATR/BPN
Sementara itu, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ossy Dermawan mengetahui hal itu langsung meninjau lokasi yang beralamat di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Dalam keterangannya, Ossy mengatakan hingga saat ini polisi masih mendalam penyebab terjadinya kebakaran. Berdasarkan informasi awal dari petugas penjaga kantor, titik kebakaran berawal dari api yang diduga berasal dari lantai dua kantor BPN Karawang.
Namun, informasi awal itu masih perlu dipastikan kebenarannya melalui penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian.
Atas hal tersebut pihaknya mempersilakan pihak kepolisian untuk menyelidiki dan melakukan investigasi terkait dengan kejadian itu.
Ia pun memberikan ruang dan waktu ke pihak kepolisian untuk menyelidiki peristiwa kebakaran kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
“Kami memberikan waktu dan ruang ke pihak kepolisian untuk menyelidiki dan melakukan investigasi atas terjadinya kebakaran di kantor BPN Karawang,” kata Wamen saat meninjau kebakaran kantor BPN Karawang, di Karawang, Kamis.
Disebutkan, setelah proses pemadaman dinyatakan selesai, pihak kepolisian akan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap penyebab pasti peristiwa kebakaran.
Berdasarkan pengamatan dari luar bangunan, kata dia, kebakaran terlihat berdampak pada sejumlah ruangan. Termasuk gudang arsip.
Namun, kata dia, tingkat kerusakan secara keseluruhan belum dapat dipastikan karena pemeriksaan menyeluruh baru bisa dilakukan saat api benar-benar padam.
Ia pun berkomitmen menjaga hak-hak masyarakat yang berkaitan dengan tanahnya serta memulihkan pelayanan Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, secepat mungkin setelah kebakaran.
“Prioritas pertama kami adalah keselamatan seluruh pegawai dan masyarakat, kemudian pengamanan aset serta dokumen pertanahan yang masih dapat diselamatkan,” ujar Wamen Ossy dalam keterangannya di Jakarta.

