Produksi Padi Jawa Timur Capai 10,2 Juta Ton, Sumbang 17 Persen Pasokan Pangan Nasional
SURABAYA, (Mtimes) – Provinsi Jawa Timur memperkuat perannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat potensi produksi padi di Jawa Timur pada Januari hingga November 2026 mencapai 10,2 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Deny Kurniawan, menyampaikan data tersebut saat siaran di Radio Suara Surabaya, Kamis (15/10/2026). Produksi itu berasal dari luas panen sekitar 1,7 juta hektare dan setara dengan 5,9 juta ton beras.
“Angka ini menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu produsen beras terbesar yang mampu menjaga stabilitas pasokan bahan pokok masyarakat,” kata Deny.
Menurut Deny, Jawa Timur menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang mencatatkan kenaikan produksi padi sebesar 2,84 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Capaian ini menunjukkan produktivitas sektor pertanian tetap terjaga meski sejumlah wilayah menghadapi tantangan perubahan iklim.
Secara nasional, Jawa Timur menyumbang sekitar 17 persen dari total pasokan pangan Indonesia. Selain memenuhi kebutuhan daerah, Jawa Timur juga memasok hasil panen ke 17 provinsi, terutama wilayah Indonesia Timur.
Kontribusi tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu penopang distribusi pangan nasional sekaligus membantu menjaga pemerataan pasokan dan stabilitas harga.
Deny mengatakan, keberhasilan sektor pertanian Jawa Timur juga didukung kerja sama pemerintah dan petani. Kabupaten Lamongan, Bojonegoro, dan Ngawi menjadi sejumlah daerah penyumbang utama produksi padi di provinsi tersebut.
Untuk menjaga produktivitas di tengah perubahan iklim, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat dukungan kepada petani. Pemerintah menyalurkan bantuan pompa air, membangun sistem irigasi perpompaan, menyediakan benih varietas unggul tahan kekeringan, serta mendistribusikan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern kepada kelompok tani.
Deny berharap berbagai dukungan tersebut dapat mempertahankan pertumbuhan produksi dan memperkuat peran Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional.
“Dengan harapan, sinergi ini semakin memperkuat peran Jatim sebagai lumbung pangan utama Indonesia serta menjaga kedaulatan pangan nasional secara berkelanjutan,” tutupnya.

